BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, aktivitas pembuatan lilin merah raksasa terlihat di Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung.
Sejumlah pekerja tampak sibuk mengerjakan lilin khas Imlek berbagai ukuran yang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa. Sejak dua bulan sebelum Imlek, vihara ini mulai kebanjiran pesanan lilin dari umat dan masyarakat.
Proses pembuatan lilin Imlek di Vihara Dharma Ramsi dilakukan secara mandiri dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk menyelesaikan satu buah lilin, pekerja harus menghabiskan waktu sekitar empat hari.
Hal ini disebabkan seluruh tahapan produksi dilakukan dari nol, mulai dari persiapan bahan, pencetakan, hingga proses pendinginan lilin.
Lilin terbesar yang dibuat di vihara tersebut memiliki bobot mencapai 120 kilogram dengan tinggi sekitar satu meter. Lilin-lilin berukuran besar ini nantinya akan dinyalakan pada malam perayaan Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Simbol Harapan di Tahun Baru
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, menyalakan lilin pada malam Imlek dipercaya sebagai simbol harapan dan permohonan agar kehidupan di tahun yang baru menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Cahaya lilin dimaknai sebagai penerang jalan menuju keberuntungan, kesehatan, dan keselamatan.
Pengelola Vihara Dharma Ramsi Bandung, Acuy, mengatakan bahwa jumlah pesanan lilin tahun ini mengalami peningkatan.
“Untuk tahun ini, Vihara Dharma Ramsi telah menerima pesanan sebanyak 100 pasang lilin Imlek atau sekitar 200 batang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pesanan lilin terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari 25 kati, 50 kati, 100 kati, hingga ukuran terbesar 200 kati atau setara dengan 120 kilogram. Seluruh lilin tersebut diproduksi secara bertahap agar dapat selesai tepat waktu menjelang perayaan Imlek.
Meski proses pembuatan membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup panjang, para pekerja tetap berupaya menjaga kualitas lilin agar sesuai dengan kebutuhan ritual keagamaan.
Vihara Dharma Ramsi pun berharap tradisi ini terus lestari dan dapat menjadi bagian dari perayaan Imlek yang khidmat bagi umat. (ave)












