# bocah tenggelam di Bandung
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Warga Kota Bandung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai.
Sebuah peristiwa tragis terjadi di Sungai Gumuruh, kawasan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, setelah empat bocah laki-laki tenggelam saat berenang tanpa pengawasan orang dewasa.
Dalam insiden tersebut, tiga anak berhasil selamat, sementara satu anak lainnya meninggal dunia.
Peristiwa memilukan ini terjadi ketika keempat anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar bermain dan berenang di sungai yang diketahui memiliki kedalaman cukup dalam, diperkirakan mencapai lebih dari dua meter.
Kondisi arus sungai yang tidak stabil diduga turut menjadi faktor penyebab anak-anak tersebut kesulitan menyelamatkan diri.
Melihat kejadian tersebut, seorang pria dewasa yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya melakukan penyelamatan dengan terjun ke sungai.
Dari upaya heroik tersebut, tiga anak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun satu anak lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Warga Sudah Berulang Kali Melarang
Salah seorang warga setempat, Asep, mengungkapkan bahwa lokasi Sungai Gumuruh memang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak, meski sudah sering diperingatkan akan bahaya yang mengintai.
Menurutnya, warga sekitar sudah berulang kali melarang anak-anak berenang di sungai tersebut karena kedalamannya yang berbahaya dan minimnya pengawasan.
“Sudah sering dilarang, tapi anak-anak tetap saja bermain ke sungai. Kami khawatir, dan akhirnya kejadian ini benar-benar terjadi,” ujar Asep.
Sementara itu, pria dewasa yang sempat menyelamatkan tiga bocah tersebut dilaporkan mengalami kelelahan berat dan tidak sadarkan diri usai kejadian.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiga anak yang selamat juga masih menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit.
Korban meninggal dunia diketahui berusia sekitar 10 hingga 11 tahun.
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak, khususnya di area berisiko seperti sungai.
Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah pencegahan, termasuk pemasangan rambu peringatan dan peningkatan pengawasan di lokasi-lokasi rawan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (uby)












