
Oleh: Alma Lucyati, dr., M.KM., M.Si., MH.Kes. (40 Tahun Berlalu, Apakah Otawa Charter Sudah Berdampak Saat Ini?)
WWW.PASJABAR.COM – Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, terjadi pergeseran beban kesehatan di Indonesia, dari penyakit menular bergeser kepada Penyakit Tidak Menular, yakni empat penyakit katastropik tertinggi: jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke. Pola makan, pola asuh, pola gerak, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan kurangnya istirahat memicu timbulnya penyakit katastropik di kalangan masyarakat Indonesia.
Pasca pandemi Covid-19, Indonesia menghadapi beban masalah penyakit tiga kali lipat (triple burden). Triple burden yang dimaksud adalah: (1) penyakit menular yang belum sepenuhnya teratasi; (2) penyakit tidak menular (PTM) yang sejak tahun 2010 meningkat; serta (3) masuknya penyakit infeksi new emerging dan re-emerging seperti Covid-19 ke Indonesia sejak tahun 2020 dan mulai melandai pada tahun 2022.
Dengan memperhatikan masalah kesehatan di atas, dapat dipahami bahwa hal tersebut merupakan masalah yang sangat kompleks dan saling berkaitan dengan persoalan lain di luar sektor kesehatan. Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan, di antaranya pengetahuan dan sikap masyarakat dalam merespons suatu penyakit (Andika et al., 2022). Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor kualitas hidup yang tercermin dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. (Otawa Charter)
Status kesehatan seseorang terus berubah. Individu dapat kembali dari kondisi sehat ke sakit, lalu sehat kembali. Untuk menjaga kesehatan diri sendiri atau orang lain, mencegah penyakit, atau mendiagnosis penyakit ketika tidak ada gejala, perilaku kesehatan perlu dipahami sebagai praktik kesehatan preventif.
Ada beberapa strategi aksi utama untuk melaksanakan dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat, yaitu:
-
membangun kebijakan publik yang sehat;
-
menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang mendukung perubahan individu;
-
memperkuat aksi komunitas;
-
mengembangkan keterampilan pribadi, seperti peningkatan efikasi diri, rasa percaya diri, dan pemberdayaan;
-
mereorientasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta membangun kemitraan dengan pasien;
-
melihat dan menganalisis kondisi kesehatan masyarakat yang ada saat ini.
Dengan kompleksnya permasalahan kesehatan saat ini, diperlukan peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengupayakan perbaikan dalam meningkatkan derajat kesehatan. (han)












