WWW.PASJABAR.COM — Santiago Bernabeu kembali menjadi saksi kebesaran Real Madrid di kompetisi Eropa. Pada laga leg kedua babak playoff Liga Champions 2025/2026, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Alvaro Arbeloa berhasil mengatasi perlawanan sengit wakil Portugal, Benfica, dengan skor tipis 2-1.
Meskipun sempat dikejutkan oleh gol cepat tim tamu, mentalitas juara Los Blancos berbicara banyak untuk memastikan kemenangan agregat 3-1 dan melangkah mantap ke babak 16 besar.
Kejutan Awal Rafa Silva dan Respon Cepat Tchouameni
Benfica datang ke Madrid dengan misi besar untuk mengejar defisit gol dari leg pertama.
Ambisi tersebut terlihat nyata sejak peluit pertama dibunyikan. Pada menit ke-14, pendukung tuan rumah sempat terbungkam ketika Rafa Silva berhasil memanfaatkan bola rebound untuk membawa Benfica unggul 1-0.
Gol ini seketika menyamakan agregat menjadi 1-1 dan membuat tensi pertandingan meningkat tajam.
Namun, Real Madrid tidak membiarkan tim tamu bernapas lega terlalu lama. Hanya berselang dua menit, lini tengah Madrid menunjukkan kualitasnya.
Federico Valverde mengirimkan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Aurelien Tchouameni.
Gol balasan cepat ini tidak hanya mengubah skor menjadi 1-1, tetapi juga merestorasi keunggulan agregat Madrid sekaligus meruntuhkan momentum yang baru saja dibangun oleh anak asuh Bruno Lage.
Drama VAR dan Duel Sengit Real Madrid Vs Benfica di Lini Tengah
Pertandingan berjalan sangat terbuka dengan jual beli serangan yang intens. Arda Guler, yang tampil sebagai starter, hampir saja membawa Madrid unggul pada menit ke-32 melalui kemelut di depan gawang.
Sayangnya, selebrasi pemain muda asal Turki itu terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Benfica terus mencoba mencari celah melalui Richard Rios dan Leandro Barreiro, namun Thibaut Courtois tampil luar biasa di bawah mistar gawang Madrid.
Kiper asal Belgia itu melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Richard Rios di penghujung babak pertama.
Di sisi lain, lini pertahanan Madrid yang dipimpin Antonio Rudiger harus bekerja ekstra keras meredam agresivitas Pavlidis dan kawan-kawan.
Dominasi Babak Kedua dan Penegasan Vinicius Jr
Memasuki paruh kedua, Real Madrid mengambil inisiatif serangan lebih agresif. Masuknya Trent Alexander-Arnold memberikan dimensi serangan baru dari sisi sayap.
Meski begitu, Benfica hampir saja kembali memimpin jika tendangan melengkung Rafa Silva pada menit ke-60 tidak membentur mistar gawang Courtois yang sudah mati langkah.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80 melalui aksi individu Vinicius Jr. Berawal dari umpan daerah yang sangat presisi dari Federico Valverde, Vinicius melakukan sprint cepat meninggalkan barisan pertahanan Benfica sebelum menaklukkan kiper Anatoliy Trubin.
Gol ini menegaskan keunggulan Madrid menjadi 2-1 (Agregat 3-1) dan praktis membunuh harapan tim tamu untuk menciptakan kejutan di Bernabeu.
Menuju Babak 16 Besar dengan Skuad Solid
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan. Kemenangan ini membuktikan kedalaman skuad Real Madrid tetap mumpuni meski tampil tanpa beberapa pemain inti.
Kombinasi pemain senior seperti Courtois dan Valverde dengan darah muda seperti Arda Guler serta Raul Asencio memberikan keseimbangan yang diperlukan di fase gugur Liga Champions.
Dengan hasil ini, Real Madrid resmi bergabung dengan tim-tim elite lainnya di babak 16 besar.
Fokus kini beralih pada undian yang akan dilakukan pada akhir pekan untuk menentukan siapa lawan berat selanjutnya.
Bagi Benfica, kegagalan ini menjadi pelajaran berharga setelah mampu memberikan perlawanan yang sangat merepotkan sang raja Eropa di markasnya sendiri.
Statistik Kunci: Real Madrid vs Benfica (Leg 2)
| Kategori Statistik | Real Madrid | Benfica |
| Skor Akhir | 2 | 1 |
| Agregat Keseluruhan | 3 | 1 |
| Tembakan (On Target) | 12 (5) | 9 (4) |
| Penyelamatan Kiper | 3 | 3 |
| Penguasaan Bola | 54% | 46% |












