WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru di bidang Ilmu Manajemen. Ismah Nashirotunnisa resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (11/3/2026).
Sidang promosi tersebut berlangsung di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Aula Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung. Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Promosi Doktor Prof. Dr. H. Azhar Affandi, SE., M.Sc.
Dalam sidang tersebut, Ismah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Optimalisasi Penerapan Tata Kelola Barang Milik Daerah untuk Meningkatkan Akuntabilitas Laporan Keuangan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Berdasarkan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021.”

Tim promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. H. Jaja Suteja, SE., M.Si., sebagai promotor dan Dr. Hj. Liza Nurwulan, SE., M.Si., AK., sebagai co-promotor. Sementara tim penelaah sekaligus penguji atau oponen ahli terdiri dari Prof. Dr. H. Atang Hermawan, SE., MSIE., AK., Prof. Dr. H. Horas Djulius, SE., Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., serta Prof. Mokhamad Anwar, SE., M.Si., Ph.D.
Dalam sidang tersebut, Ismah dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 dengan yudisium sangat memuaskan. Ia juga tercatat sebagai lulusan ke-599 Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas.
Tata Kelola Aset Daerah Masih Hadapi Tantangan
Dalam disertasinya, Ismah menyoroti pentingnya pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang optimal sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Penelitian ini berangkat dari fenomena masih belum optimalnya tata kelola aset daerah yang dipengaruhi berbagai faktor internal maupun eksternal. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas laporan keuangan pemerintah daerah yang masih mendapatkan sejumlah catatan perbaikan dari auditor.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terhadap berbagai pihak terkait, termasuk pejabat pengelola BMD, aparatur dinas kesehatan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta auditor eksternal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola BMD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan aplikasi e-BMD, serta lemahnya koordinasi antar unit kerja.
Dorong Akuntabilitas Laporan Keuangan Daerah
Meski demikian, penelitian tersebut juga menemukan sejumlah strategi optimalisasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tata kelola aset daerah. Beberapa di antaranya adalah penguatan kapasitas aparatur melalui pelatihan dan bimbingan teknis, pemanfaatan sistem informasi aset berbasis digital, serta peningkatan mekanisme pengawasan dan evaluasi.
Selain itu, penerapan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021 dinilai menjadi landasan regulatif penting dalam mewujudkan pengelolaan aset daerah yang transparan, tertib, dan akuntabel.

Ditemui usai sidang, Ismah berharap penelitian yang dilakukannya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan maupun praktik pengelolaan keuangan daerah.
“Mudah-mudahan penelitian ini dapat memberikan kontribusi, baik dari segi keilmuan maupun dari segi praktik di tempat saya bekerja. Semoga penelitian ini bisa menjadi acuan pengembangan model untuk penelitian selanjutnya dan juga bermanfaat bagi instansi tempat saya bekerja, sehingga akuntabilitas laporan keuangan di Dinas Kesehatan dapat meningkat,” ujarnya.
Ia juga berharap peningkatan akuntabilitas tersebut dapat berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Semoga dengan akuntabilitas laporan keuangan yang semakin baik, Dinas Kesehatan mampu memberikan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih baik lagi,” katanya.
Selain itu, Ismah juga menyampaikan harapannya bagi perkembangan Pascasarjana Universitas Pasundan ke depan.
“Untuk Pascasarjana Unpas tentunya diharapkan bisa menjadi lebih baik lagi. Mungkin ke depan juga dapat meningkatkan kerja sama dengan berbagai industri maupun universitas internasional,” ujarnya. (han)












