WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru di bidang Ilmu Manajemen. Marlina Nur Lestari resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (11/3/2026).
Sidang promosi tersebut berlangsung di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Aula Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung. Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Promosi Doktor Prof. Dr. H. Azhar Affandi, SE., M.Sc.
Dalam sidang tersebut, Marlina mempertahankan disertasinya yang berjudul “Determinan Profitabilitas dan Implikasinya pada Nilai Perusahaan dengan Pemoderasi Kebijakan Dividen dan Harga Minyak Dunia (Studi pada Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014–2023).”
Tim promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. H. Atang Hermawan, SE., MSIE., AK., sebagai promotor dan Dr. Hj. Liza Nurwulan, SE., M.Si., AK., sebagai co-promotor. Sementara tim penelaah sekaligus penguji atau oponen ahli terdiri dari Prof. Dr. H. Horas Djulius, SE., Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., Prof. Dr. H. Jaja Suteja, SE., M.Si., serta Prof. Mokhamad Anwar, SE., M.Sie., Ph.D.

Dalam sidang tersebut, Marlina dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 dengan yudisium sangat memuaskan. Ia juga tercatat sebagai lulusan ke-600 Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas.
Fluktuasi Harga Energi Pengaruhi Nilai Perusahaan
Dalam disertasinya, Marlina menyoroti kondisi sektor energi di Indonesia pada periode 2014–2023 yang menghadapi berbagai tekanan akibat fluktuasi harga komoditas global, pelemahan nilai tukar, pandemi COVID-19, hingga ketidakpastian geopolitik.
Kondisi tersebut berdampak pada kinerja keuangan perusahaan sektor energi yang tercermin dari fluktuasi indikator keuangan seperti Price to Book Value (PBV) dan Net Profit Margin (NPM) yang cenderung menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan serta implikasinya terhadap nilai perusahaan pada sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Dengan menggunakan metode analisis regresi data panel terhadap 20 perusahaan sektor energi, penelitian ini menemukan bahwa sejumlah faktor internal perusahaan seperti Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), Revenue Growth (RG), dan Capital Expenditure (CAPEX) memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, kebijakan dividen terbukti memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, sedangkan fluktuasi harga minyak dunia justru dapat memperlemah hubungan tersebut.
Beri Rujukan bagi Investor dan Pembuat Kebijakan
Ditemui usai sidang, Marlina menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja internal perusahaan terhadap profitabilitas serta dampaknya terhadap nilai perusahaan di sektor energi.
“Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja internal perusahaan terhadap profitabilitas dan implikasinya terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini juga dimasukkan dua faktor moderasi yaitu faktor internal perusahaan dan faktor eksternal perusahaan,” ujar Marlina.
Ia menambahkan bahwa penelitian tersebut juga diharapkan dapat memberikan gambaran bagi investor dalam menilai sektor energi di pasar modal.
“Tujuannya juga untuk melihat dari sisi investor bagaimana mereka dapat memberikan kepercayaan kepada sektor energi yang terdapat di Bursa Efek Indonesia,” katanya.
Marlina berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen keuangan serta menjadi referensi bagi berbagai pihak.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep manajemen keuangan, menjadi pengetahuan bagi investor dalam menganalisis investasi di sektor energi, serta menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan agar sektor energi dapat tetap berkelanjutan di pasar modal,” ujarnya.
Ia juga berharap Pascasarjana Universitas Pasundan terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu manajemen.
“Harapannya Pascasarjana Unpas terus berkelanjutan dan menjadi salah satu pelopor yang memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ilmu manajemen,” katanya. (han)












