BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Paguyuban Pasundan di Kota Bandung, Jawa Barat.
Program yang merupakan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung dengan Paguyuban Pasundan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Sejak Kamis (12/3/2026) pagi, warga terlihat mengantre di sejumlah stan untuk membeli bahan pangan seperti beras, minyak goreng, telur, hingga berbagai jenis sayuran.
Kegiatan ini digelar dalam rangka membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyambut bulan suci Ramadan melalui berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini dalam rangka tentu kita menyambut Ramadan, bulan suci yang sangat luar biasa. Banyak keberkahan-keberkahan di bulan ini, sehingga kita mengadakan berbagai kegiatan. Kerja sama dengan DKPP Kota Bandung ini merupakan sebuah berkah, karena kita melihat sendiri betapa banyak masyarakat yang sampai antre seperti ini,” ujarnya.
Ia menilai antusiasme warga menunjukkan bahwa program pangan murah sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, Paguyuban Pasundan berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai program rutin, bahkan memperluas pelaksanaannya di berbagai kampus Pasundan di Kota Bandung.
“Insya Allah ini akan kami lakukan rutin dan mungkin juga akan kita lakukan di berbagai kampus Pasundan di Bandung. Karena bagaimanapun ini adalah amal saleh yang harus kita manfaatkan di bulan Ramadan,” tambahnya.

Kolaborasi DKPP dan Paguyuban Pasundan Jaga Akses Pangan Murah
Kepala DKPP Kota Bandung Ir. Gin Gin Ginanjar, M.Eng., menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah kita bersyukur, di saat beberapa harga pangan pokok mengalami kenaikan dan kebutuhan meningkat, kita punya program pemerintah melalui DKPP yaitu Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Menurutnya, program ini dijalankan melalui fasilitasi distribusi pangan sehingga harga yang dijual kepada masyarakat bisa lebih murah dibandingkan harga pasar.
Sebagai contoh, harga telur yang di pasaran mencapai sekitar Rp30 ribu per kilogram dapat dijual kepada masyarakat dengan harga Rp27 ribu per kilogram. Selain telur, komoditas yang paling diminati warga antara lain beras, minyak goreng, cabai rawit, cabai merah, serta daging sapi.
Ia juga memastikan bahwa stok pangan hingga Lebaran masih dalam kondisi aman meskipun permintaan masyarakat saat ini meningkat.
“Kalau stok aman sampai Lebaran nanti, bahkan untuk beras itu melebihi kebutuhan hingga Lebaran. Hanya memang permintaan sekarang sedang tinggi untuk beberapa komoditas tertentu,” jelasnya.
Selain menjual bahan pangan murah, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membangun ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Libatkan UMKM, Kampus, hingga Layanan Edukasi
Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta civitas akademika Universitas Pasundan.
Ketua Penyelenggara kegiatan, Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, M.T., menjelaskan bahwa terdapat sekitar 15 stan yang meramaikan kegiatan tersebut.
“Untuk kegiatan hari ini Gerakan Pangan Murah kerja sama DKPP dengan Paguyuban Pasundan. Ada sekitar 15 stan, mulai dari UMKM, pangan pokok seperti beras, minyak, telur, sayur-sayuran, hingga produk olahan pangan,” ujarnya.
Selain penjualan bahan pangan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah layanan lain seperti pembagian bibit ikan dan sayuran gratis kepada masyarakat serta konsultasi kesehatan hewan.
Beberapa lembaga perbankan seperti Bank BJB, Bank Mandiri, dan BRI juga turut hadir membuka stan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Tak hanya itu, Badan Usaha Pasundan juga menampilkan berbagai produk hasil riset dosen dari sejumlah fakultas di Universitas Pasundan, mulai dari Fakultas Teknik hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Ketua Prodi Administrasi Bisnis Universitas Pasundan, Dr. Siti Patimah, SE., M.Si., menjelaskan bahwa produk yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi dengan para pelaku usaha.
“Yang disediakan mulai dari keripik, beras, cireng, basreng, keripik-keripikan, hingga berbagai snack. Produk ini sebagian merupakan hasil olahan sendiri dan sebagian juga kita himpun dari pelaku usaha untuk dipasarkan,” katanya.

Warga Mengaku Terbantu Harga Lebih Murah
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah stan, terutama pada komoditas beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Salah satu warga, Henhen, mengaku datang bersama rekannya untuk membeli sejumlah bahan makanan yang akan digunakan untuk kebutuhan buka puasa.
“Kebetulan lagi cari buat buka puasa, ada daging yang sudah matang juga. Di sini lebih murah dibandingkan harga di pasar,” ujarnya.
Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup terasa dibandingkan harga di pasaran.
“Perbandingannya lumayan, sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000 lebih murah atau sekitar 14 sampai 20 persen dari harga di pasar,” katanya.
Warga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang sedang meningkat selama bulan Ramadan. (han)












