AMSTERDAM, WWW.PASJABAR.COM – Penantian panjang kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, untuk merasakan manisnya kemenangan di level tertinggi sepak bola Belanda bersama Ajax Amsterdam akhirnya terbayar tuntas. Dalam lanjutan pekan Eredivisie 2025/2026, Ajax Amsterdam sukses menghancurkan Sparta Rotterdam dengan skor telak 4-0, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.
Bermain di hadapan publik sendiri di Johan Cruijff ArenA, Ajax tampil dominan sejak menit awal. Kemenangan ini tidak hanya penting bagi posisi klub di klasemen, tetapi juga menjadi tonggak sejarah pribadi bagi Paes yang baru saja didatangkan dari FC Dallas pada awal Februari lalu.
Dominasi Total De Godenzonen
Ajax sudah mulai menunjukkan taringnya sejak babak pertama. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan skuad asuhan Francesco Farioli memaksa pemain Sparta, Joshua Kitolano, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-19. Keunggulan 1-0 membuat Ajax semakin nyaman menguasai ritme permainan.
Pada menit ke-32, giliran pemain senior Steven Berghuis yang mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan terukur Berghuis gagal dibendung kiper lawan, membawa Ajax unggul 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Ajax tidak mengendurkan serangan. Intensitas permainan yang tinggi kembali membuahkan hasil di pertengahan babak kedua.
Davy Klaassen memperlebar jarak pada menit ke-73, disusul gol penutup dari talenta muda Mika Godts hanya tiga menit berselang (76′). Skor 4-0 pun menutup laga dengan sempurna.
Momen Bersejarah Maarten Paes Bersama Ajax Amsterdam
Bagi Maarten Paes, kemenangan ini terasa sangat spesial. Sejak resmi berkostum Ajax dengan kontrak hingga Juni 2029, Paes sempat melewati periode sulit pada tiga laga awalnya.
Sebelumnya, ia hanya mampu mencatatkan dua kali hasil imbang dan satu kekalahan.
Penampilan Paes saat melawan Sparta Rotterdam pun layak diacungi jempol. Selain sigap dalam mengomandoi lini pertahanan, ia berhasil menjaga gawangnya tetap perawan (clean sheet).
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pendongkrak kepercayaan diri bagi kiper berusia 27 tahun tersebut untuk terus menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang raksasa Belanda tersebut.
Dengan hasil ini, Ajax terus berupaya merangkak naik ke papan atas klasemen Eredivisie, sekaligus memberikan sinyal positif bagi para pendukung Timnas Indonesia yang bangga melihat pemainnya berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Eropa.












