SOREANG, WWW.PASJABAR.COM– Insiden memilukan terjadi di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, pada Senin (16/3/2026) siang. Salah satu sudut bangunan pasar tiba-tiba ambruk dan mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan.
Selain menelan korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan memicu kepanikan luar biasa di tengah aktivitas jual beli menjelang Idul Fitri.
Kronologi dan Area Terdampak
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian bangunan yang ambruk merupakan area penggilingan beras yang berada sejajar dengan lapak penjual pisang. Material bangunan yang berat menimpa korban dan para pedagang yang sedang beraktivitas di bawahnya.
Pihak kepolisian segera bergerak cepat mengamankan lokasi. Hingga Senin sore, area reruntuhan telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolresta Bandung Desak Audit Bangunan
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, yang turun langsung ke lokasi kejadian meminta pengelola pasar dan dinas terkait untuk tidak meremehkan insiden ini. Ia mendesak adanya pengecekan intensif terhadap bangunan lain yang dikerjakan oleh kontraktor yang sama.
“Kami meminta pengelola pasar dan dinas terkait agar kembali melakukan pengecekan secara intensif pada bangunan yang dibangun pada tahun yang sama oleh kontraktor yang sama. Jika ditemukan potensi bahaya, segera ambil langkah tegas, apakah ditutup sementara atau langkah lain guna menghindari kejadian serupa,” tegas Aldi.
Ironi Kenaikan Tarif Parkir di Tengah Musibah
Di saat suasana duka menyelimuti pasar, muncul sorotan tajam dari pengunjung terkait kebijakan pengelola. Di gerbang masuk, terpasang spanduk pengumuman penyesuaian tarif parkir yang mulai berlaku sejak 14 Maret hingga 20 Maret 2026.
Tarif parkir kendaraan roda dua naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000, sementara untuk mobil naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000. Petugas parkir yang berjaga mengaku tidak mengetahui alasan pasti kenaikan tarif tersebut di tengah kondisi pasar yang sedang berduka dan rawan keamanan.
Kejadian ini sangat disayangkan mengingat Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari (sekitar 21-22 Maret), di mana antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok sedang tinggi-tingginya. Kenaikan tarif di tengah insiden bangunan roboh dianggap menambah beban masyarakat yang berkunjung ke Pasar Soreang. (fal)












