WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Dedi Mulyadi memberikan kompensasi sebesar Rp50.000 per hari kepada setiap pencari koin yang biasa bekerja di sekitar Jembatan Sewo.
Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah aktivitas mengumpulkan koin selama arus mudik dan balik, sekaligus menjaga keselamatan pengendara di jalur tersebut.
KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mengatakan, “Sore ini saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang,” saat menyampaikan program kompensasi, Rabu (18/3/2026), dilansir dari jabarprov.go.id.
Ia meminta para pencari koin berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk memperoleh kompensasi. Pihak RT dan RW akan terlebih dulu mendata pencari koin yang berhak menerima bantuan ini.
Kompensasi Selama 12 Hari
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat, Ade Afriandi, menjelaskan bahwa kompensasi diberikan selama 12 hari, yaitu enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.
“Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan DPMD pada Selasa (17/3/2026), tercatat terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang.
Namun, program ini juga menargetkan pencari koin musiman yang datang dari desa lain. Sehingga pendataan akan dilakukan kembali.
Tradisi mencari koin di jalur mudik telah berlangsung lama, namun faktor ekonomi menjadi alasan utama sebagian besar pencari koin tetap turun ke jalan meski sudah ditertibkan aparat keamanan.
Dengan adanya kompensasi ini, pemerintah provinsi berharap arus mudik dan balik Idulfitri tetap lancar. Sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi masyarakat yang terbiasa mencari penghasilan tambahan dari kegiatan tersebut. (han)












