BARCELONA, WWW.PASJABAR.COM – Skor akhir 7-2 yang diraih Barcelona atas Newcastle United pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB, mungkin terlihat mudah. Namun, di balik pesta gol di Camp Nou tersebut, terdapat drama taktis dan “wejangan” krusial dari sang pelatih, Hansi Flick, yang mengubah jalannya pertandingan.
Meski akhirnya lolos dengan agregat telak 8-3, Barcelona sempat dibuat frustrasi oleh agresivitas tim tamu pada paruh pertama. Newcastle, lewat dua gol Anthony Elanga, sempat memberikan perlawanan sengit dan memaksa skor imbang 2-2, sebelum penalti Lamine Yamal memberikan keunggulan tipis bagi tuan rumah sebelum jeda.
Barcelona Kesulitan Tembus Pertahanan Newcastle di Babak Pertama
Hansi Flick mengakui bahwa timnya sempat kehilangan kendali di babak pertama. Transisi cepat Newcastle menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Los Cules yang diisi banyak pemain muda.
“Pertandingan naik-turun dan sulit sekali di babak pertama. Kami kehilangan banyak bola. Untuk tim seperti Newcastle, dengan pemain-pemain cepat, mereka melakukan transisi yang fantastis. Tidak mudah untuk bertahan,” ungkap Flick dalam wawancaranya bersama ESPN.
Kerapuhan dalam mengantisipasi serangan balik membuat Newcastle berkali-kali mengancam gawang Barcelona. Hal inilah yang memicu Flick untuk melakukan perubahan radikal saat jeda antarpabak.
Instruksi Babak Kedua: Kontrol dan Agresivitas
Memasuki babak kedua, wajah Barcelona berubah total. Raphinha dkk tampil jauh lebih tenang namun mematikan. Flick meminta para pemainnya untuk lebih dominan dalam penguasaan bola guna memutus aliran serangan balik Newcastle.
“Di babak kedua, kami mengatakan bahwa kami harus lebih mengontrol permainan. Membuat mereka lebih bertahan dan mencoba menerapkan permainan kami sendiri. Saya pikir itu berhasil dengan baik,” tambah mantan pelatih Bayern Munich tersebut.
Hasilnya instan. Empat gol tambahan lahir di babak kedua melalui aksi Robert Lewandowski, Raphinha, Marc Bernal, dan Fermin Lopez. Newcastle yang sebelumnya tampak berbahaya, justru terbenam dan tak berkutik menghadapi dominasi total raksasa Catalunya tersebut.
Progres Pemain Muda
Selain aspek taktis, Flick memuji mentalitas skuadnya yang tetap percaya diri meski sempat tertekan. Keberanian Marc Bernal dan Lamine Yamal dalam mengambil keputusan strategis di lapangan menjadi poin plus bagi Flick.
“Senang melihatnya. Juga dengan kepercayaan diri di babak kedua, itu bagus untuk dilihat. Kami memiliki tim yang sangat muda dan sangat menyenangkan melihat bagaimana mereka berkembang,” pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Barcelona melangkah ke perempat final dengan status salah satu tim paling produktif. Tangan dingin Hansi Flick kini dinanti untuk membawa trofi “Si Kuping Besar” kembali ke lemari trofi Barcelona.












