PARIS, WWW.PASJABAR.COM – Ambisi Paris Saint-Germain (PSG) untuk merengkuh trofi si Kuping Besar musim ini benar-benar tidak main-main. Manajemen Les Parisiens dilaporkan telah mengajukan permintaan resmi kepada otoritas Liga Prancis (LFP) untuk menunda laga krusial melawan Lens yang dijadwalkan pada Sabtu, 11 April 2026.
Permintaan ini didasari oleh jadwal padat yang menghimpit PSG di babak perempat final Liga Champions. Raksasa Paris tersebut akan menjamu Liverpool di Parc des Princes pada 8 April, sebelum melakoni leg kedua yang menentukan di Anfield pada 14 April.
Jadwal Padat dan Risiko Cedera
Dikutip dari The Athletic, PSG merasa jeda tiga hari di antara dua laga kontra Liverpool sangat berisiko bagi kebugaran pemain. Laga melawan Lens di Stade Bollaert-Delelis tepat berada di tengah-tengah “pekan neraka” tersebut.
Pelatih PSG tidak ingin mengambil risiko kehilangan pilar penting akibat cedera atau kelelahan fisik saat harus bertandang ke markas The Reds. Terlebih, bulan April menjadi periode krusial bagi PSG yang juga harus menghadapi Toulouse di semifinal Piala Prancis pada 21 April mendatang.
Polemik Perebutan Takhta Ligue 1
Permintaan penundaan ini memicu kontroversi besar. Pasalnya, PSG dan Lens saat ini tengah bersaing sengit di puncak klasemen Ligue 1. PSG yang memimpin klasemen hanya unggul tipis satu poin atas Lens.
Pihak Lens dikabarkan keberatan jika permintaan ini dikabulkan, karena merasa PSG mendapatkan perlakuan istimewa atau “dianakemaskan” oleh LFP. Jika laga ditunda, Lens menilai momentum persaingan gelar juara bisa terganggu dan memberikan keuntungan tidak adil bagi sang juara bertahan.
LFP Segera Beri Keputusan Terkait PSG Kontra Lens
Meski menuai protes, LFP disebut-sebut berpotensi besar mengabulkan permintaan PSG. Otoritas liga cenderung mendukung klub-klub Prancis yang masih berkompetisi di kancah Eropa demi menjaga koefisien dan nama baik Liga Prancis.
Fenomena ini tidak hanya dialami PSG. Strasbourg juga dilaporkan mengajukan permintaan serupa untuk laga kontra Brest, mengingat mereka juga tengah berjuang di perempat final Liga Europa melawan wakil Jerman, Mainz.
Keputusan akhir LFP dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah drama penjadwalan ini akan berakhir dengan kesepakatan atau justru memicu ketegangan baru di kompetisi domestik Prancis.












