LAUSANNE, WWW.PASJABAR.COM – Drama perebutan gelar juara Piala Afrika 2025 memasuki babak baru yang lebih pelik. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi telah mendaftarkan gugatan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss, guna menuntut pengembalian gelar juara yang baru-baru ini dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Langkah tegas ini merupakan buntut dari keputusan kontroversial Dewan Banding CAF pekan lalu yang membatalkan kemenangan 1-0 Senegal di partai final dan mengubahnya menjadi kekalahan WO 0-3 untuk Maroko. Keputusan tersebut didasari oleh aksi walk-out yang dilakukan Sadio Mane dkk saat laga puncak berlangsung.
CAS Janjikan Proses Cepat dan Adil
Direktur Jenderal CAS, Matthieu Reeb, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima berkas banding dari Senegal dan mulai menjalankan proses formal. Mengingat sensitivitas masalah ini yang melibatkan harga diri bangsa dan jutaan penggemar, CAS berkomitmen untuk menunjuk arbiter ahli yang independen.
“CAS sangat siap untuk menyelesaikan jenis sengketa ini. Kami memahami bahwa tim dan penggemar ingin mengetahui keputusan akhir. Kami akan memastikan proses arbitrase dilakukan secepat mungkin,” ujar Reeb sebagaimana dikutip dari ESPN.
Meski dijanjikan cepat, mantan Kepala Panel Disiplin CAF, Raymond Hack, memprediksi proses ini tetap bisa memakan waktu hingga enam bulan. Hal ini berarti sengketa status juara Afrika tersebut masih akan menggantung saat kedua tim berlaga di Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang.
Dampak Signifikan pada Ranking FIFA
Sengketa ini tidak hanya soal trofi di lemari pajangan, tetapi juga berdampak langsung pada posisi kedua negara di peta persaingan dunia. Akibat pembatalan gelar tersebut, Senegal harus menelan pil pahit dengan terjungkal ke peringkat 14 FIFA.
Sebaliknya, Maroko mendapatkan durian runtuh. Tambahan 18,02 poin dari “kemenangan” di Piala Afrika tersebut melesatkan posisi The Atlas Lions ke peringkat 8 dunia, menjadikan mereka tim Afrika dengan peringkat tertinggi saat ini.
Fokus Terbelah Jelang Piala Dunia 2026
Situasi ini memaksa Senegal dan Maroko untuk tetap menjaga profesionalisme di lapangan hijau. Para pemain diharapkan tidak terdistraksi oleh jalannya persidangan di CAS saat mereka bersiap menghadapi turnamen sepak bola terbesar di Amerika Utara nanti. Bagi Senegal, memenangkan banding ini adalah satu-satunya cara untuk mengukir sejarah meraih dua gelar Piala Afrika secara beruntun.
Perbandingan Dampak Keputusan CAF (Maret 2026)
| Tim | Status Gelar | Perubahan Poin FIFA | Ranking FIFA Saat Ini |
| Senegal | Dicabut | Penurunan Signifikan | Peringkat 14 |
| Maroko | Diberikan | +18,02 Poin | Peringkat 8 |












