• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
PASJABAR
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Mengakui Setelah Berkuasa

Reading Time: 3 mins read
A A
berkuasa

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Dipublikasikan: Sabtu. 28 Maret 2026 - 13:00 WIB
OPini Firdaus Arifin Berburu Kursi
Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar)

Oleh : Firdaus Arifin, Dosen YPT Pasundan Dpk FH Unpas (Mengakui Setelah Berkuasa)

WWW.PASJABAR.COM – Ada yang diam-diam kita pelihara dalam hidup bersama: kecenderungan untuk baru melihat seseorang ketika ia sudah berada di atas. Seolah-olah keberadaan manusia harus terlebih dahulu dilegitimasi oleh jabatan, oleh kursi, oleh tanda tangan yang memiliki daya paksa.

Kita tidak sekadar hidup dalam masyarakat yang menghargai prestasi. Kita hidup dalam masyarakat yang menunggu legitimasi kekuasaan untuk mulai mengakui keberadaan seseorang.

Dan di situlah masalahnya.

Kosong

Seseorang bisa bertahun-tahun hidup di sekitar kita—bekerja, berpikir, berbuat—tanpa benar-benar “dianggap ada”. Ia mungkin memiliki gagasan, integritas, bahkan keberanian. Tapi semua itu tidak cukup.

Sampai suatu hari, ia menjadi pejabat.

Dan seketika, semua berubah.

Ia diundang bicara. Ia diminta pendapat. Ia disebut-sebut sebagai sosok penting. Bahkan, orang-orang yang dulu tak pernah memberi ruang, kini mengaku pernah dekat.

Apa yang berubah? Bukan orangnya. Yang berubah adalah posisi simboliknya.

Di sini kita melihat sesuatu yang ganjil: pengakuan tidak diberikan kepada kualitas, melainkan kepada kekuasaan.

Maka sebelum berkuasa, seseorang adalah “kosong”. Bukan karena ia benar-benar kosong, tetapi karena kita memilih untuk tidak melihatnya.

Simbol

Kita terlalu mudah tertipu oleh simbol. Jabatan menjadi semacam stempel ontologis—seolah-olah ia memberi keberadaan yang lebih sah, lebih nyata.

Jean Baudrillard pernah mengingatkan bahwa dalam masyarakat modern, kita sering hidup dalam simulasi—di mana tanda lebih penting daripada realitas. Jabatan, dalam hal ini, adalah tanda itu. Ia menggantikan substansi.

Orang tidak lagi bertanya: siapa dia? Apa yang ia pikirkan? Apa yang telah ia lakukan?

Pertanyaan itu digantikan oleh sesuatu yang lebih sederhana, tapi lebih dangkal: ia menjabat apa?

Dan dari jawaban itu, seluruh sikap kita ditentukan.

Transaksi

Pengakuan, dalam konteks ini, bukan lagi peristiwa etis. Ia menjadi transaksi.

Kita mengakui karena ada kemungkinan manfaat. Kita mendekat karena ada potensi akses. Kita menyapa karena ada peluang yang bisa dibuka.

Relasi berubah menjadi kalkulasi.

Maka tidak mengherankan jika seseorang tiba-tiba memiliki banyak “teman” setelah berkuasa. Tapi teman-teman itu sering kali bukan hadir karena kedekatan batin, melainkan karena kedekatan kepentingan.

Di sini, pengakuan kehilangan maknanya yang paling dasar: kejujuran.

Ia menjadi alat.

Hipokrisi

Yang lebih menyedihkan, kita tidak merasa ini sebagai masalah. Kita menganggapnya normal. Bahkan, kita ikut bermain di dalamnya.

Kita diam ketika seseorang diabaikan sebelum berkuasa. Kita ikut mengerumuni ketika ia sudah berada di puncak. Kita mungkin bahkan menjadi bagian dari mereka yang tiba-tiba “ingat”.

Dalam diam itu, ada hipokrisi yang kolektif.

Kita berbicara tentang meritokrasi, tentang penghargaan terhadap kualitas. Tapi dalam praktik, kita lebih tunduk pada hierarki kekuasaan.

Kita tidak mengakui karena seseorang layak diakui. Kita mengakui karena ia sudah tidak bisa diabaikan.

Kuasa

Michel Foucault pernah mengatakan bahwa kekuasaan membentuk apa yang dianggap sebagai kebenaran. Dalam konteks ini, kekuasaan juga membentuk siapa yang dianggap “berharga”.

Seseorang menjadi relevan bukan karena ia membawa kebenaran, tetapi karena ia memiliki posisi.

Dan kita, sebagai masyarakat, menerima itu tanpa banyak perlawanan.

Kita membiarkan kekuasaan menentukan nilai manusia.

Kerapuhan

Namun ada satu hal yang sering kita lupakan: jabatan itu sementara.

Ketika jabatan itu hilang, sering kali hilang pula pengakuan yang menyertainya. Orang-orang yang dulu dekat, kembali menjauh. Nama yang dulu sering disebut, kembali tenggelam.

Dan di titik itu, kebenaran menjadi telanjang.

Bahwa yang kita akui selama ini bukanlah orangnya, melainkan kekuasaannya.

Bahwa relasi yang kita bangun bukanlah relasi, melainkan jaringan kepentingan.

Bahwa penghormatan yang kita berikan bukanlah penghormatan, melainkan respons terhadap simbol.

Cermin

Barangkali, fenomena ini bukan sekadar tentang mereka yang berkuasa. Ia adalah cermin bagi kita semua.

Tentang bagaimana kita menilai manusia.

Tentang bagaimana kita memberi tempat bagi seseorang dalam hidup bersama.

Dan tentang bagaimana kita, tanpa sadar, ikut melanggengkan dunia di mana keberadaan seseorang harus terlebih dahulu “disahkan” oleh jabatan.

Kita mungkin perlu bertanya lebih jujur: apakah kita benar-benar menghargai manusia, atau hanya menghormati kekuasaan?

Jika jawabannya yang kedua, maka kita tidak hanya sedang menyaksikan masalah sosial.

Kita sedang hidup di dalamnya. (han)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: berkuasamengakui setelah berkuasaOpini
admin

admin

Related Posts

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
Penutupan Prodi Keguruan
HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung
HEADLINE

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
Next Post
whatsapp fitur

WhatsApp Rilis Fitur Baru Maret 2026, Hadirkan Integrasi AI

Tiga papan reklame besar roboh di Jalan Soekarno-Hatta dan Buah Batu, Bandung, akibat hujan deras dan angin kencang (28/3). Dua mobil dan dua truk dilaporkan rusak. (Eci/pasjabar)

Papan Reklame Besar Roboh di Soekarno-Hatta dan Buah Batu Bandung, Timpa Mobil dan Truk

(Sumber: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Gairah Newcastle di Tanah Garuda: John Herdman Terpukau Kedisiplinan Pemain Timnas Indonesia

Recommended

Kill Bill Vol 1

Kill Bill Vol 1, Simfoni Kekerasan dalam Goresan Feminisme

12 bulan ago
nvidia robot

Nvidia, Google, dan Disney Kolaborasi Kembangkan Robot Masa Depan

1 tahun ago
timur tengah

Situasi Timur Tengah Memanas, Umrah Diimbau Tunda Keberangkatan

2 bulan ago
Jay Idzes. (instagram/@jayidzes)

Rebutan Panas! Fiorentina Kalahkan Inter Demi Jay Idzes

11 bulan ago

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Topics

2026 AC Milan Arne Slot arsenal bandung barcelona berita bola BMKG bobotoh bojan hodak bursa transfer Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Hasil Bola Hasil Pertandingan inter milan jawa barat KAI Daop 2 Bandung Kualifikasi Piala Dunia 2026 liga champions liga inggris liga italia liverpool Manchester City manchester united Mikel Arteta Opini paguyuban pasundan Pascasarjana Universitas Pasundan pascasarjana unpas Patrick Kluivert pemkot bandung persib persib bandung Piala Dunia 2026 premier League pssi Real Madrid Ruben Amorim sepak bola indonesia Serie A Super League 2025/2026 timnas indonesia universitas pasundan unpas
No Result
View All Result

Highlights

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Evaluasi LKPJ Disorot, DPRD Tekankan Rekomendasi untuk Perbaikan RKPD 2027

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

Trending

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

by Yatti Chahyati
Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
0

# Raudhah Madinah Oleh: Firdaus Arifin Dosen FH Unpas, Sekretaris APHTN HAN & Anggota Komisi Ukhwah Islamiyah...

Penutupan Prodi Keguruan

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
unpas guru besar

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Sidang Doktor Ade Yusuf

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sabtu. 9 Mei 2026 - 13:49
PASJABAR

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.
LEARN MORE »

Recent News

  • Saat Hati Bertamu ke Raudhah Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
  • LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
  • Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027 Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

[mc4wp_form]

© 2018 JNews - City News Magazine WordPress theme. All rights belong to their respective owners.
JNews is a top selling 2018 WordPress News, Blog, Newspaper & Magazine Theme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.