CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Rumah kediaman orang tua almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon Selatan dipadati pelayat pada Rabu (1/4/2026) siang.
Warga dari berbagai kalangan datang untuk menyampaikan duka cita sekaligus mendoakan almarhum yang dikenal sebagai sosok prajurit berdedikasi tinggi.
Suasana haru tampak di kediaman keluarga yang berlokasi di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Sejak pagi, puluhan karangan bunga duka cita berjejer di sepanjang jalan depan rumah, berasal dari berbagai instansi, termasuk kementerian dan satuan tempat almarhum bertugas.
Selain itu, warga sekitar juga terlihat silih berganti datang untuk bertakziah. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Almarhum Kapten Infanteri Zulmi diketahui merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan. Ia dilaporkan gugur setelah terkena serangan artileri pasukan Israel.
Menurut keterangan keluarga, almarhum sebenarnya dijadwalkan mengakhiri masa tugasnya pada Mei 2026 atau sekitar satu bulan lagi sebelum kejadian tersebut.
Dikenal Sopan dan Rajin Beribadah
Ketua RT setempat, Rusmin, mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kepribadian baik dan mudah bergaul dengan warga sekitar.
“Almarhum itu orangnya pintar, sopan, mudah bergaul, dan rajin beribadah,” ujar Rusmin.
Ia menambahkan, almarhum juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sebelum bertugas, sehingga kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, hingga saat ini pihak keluarga masih menunggu informasi resmi terkait pemulangan jenazah almarhum dari Lebanon ke Indonesia. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.
Kepergian Kapten Infanteri Zulmi meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia lima tahun dan satu tahun. (uby)












