• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

admin
Kamis. 9 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

Temu Sejarah edisi ke-107 bertajuk Pemikiran Sosialisme Ala Sjahrir. (Ist)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM—Di tengah hiruk-pikuk politik yang kerap mengandalkan retorika massa, pemikiran Sutan Sjahrir kembali diulas sebagai antitesis terhadap model sosialisme revolusioner yang otoriter.

Dalam diskusi daring “Temu Sejarah” edisi ke-107 bertajuk Pemikiran Sosialisme Ala Sjahrir, Kamis malam, 2 April 2026, sosok perdana menteri pertama Indonesia itu digambarkan sebagai penganjur sosialisme yang berpijak pada humanisme dan demokrasi, bukan sekadar kekuasaan mutlak.

RELATED POSTS

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Kota

Fauzian Aulia Muslim, lulusan S2 Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), yang menjadi pemantik diskusi, membedah bagaimana Sjahrir merevisi dogma-dogma Karl Marx. Menurut Fauzian, Sjahrir tidak menelan mentah-mentah ramalan Marx tentang keruntuhan kapitalisme.

“Bagi Sjahrir, polarisasi tajam antara dua kelas (proletar dan borjuis) tidak sepenuhnya terjadi karena kapitalisme terbukti mampu beradaptasi, salah satunya dengan menaikkan upah buruh untuk meredam revolusi,” ujarnya.

Sjahrir, yang besar dalam didikan Eropa, membawa napas Revisionisme dari pemikir Jerman Eduard Bernstein ke tanah air. Ia lebih memilih jalan evolusioner, melalui parlemen dan perundang-undangan ketimbang jalur revolusi berdarah ala Lenin di Uni Soviet.

Baginya, sosialisme adalah alat untuk mewujudkan kesejahteraan (welfare state) tanpa harus mengorbankan kebebasan berpikir individu.

Kritik terhadap Fasisme dan “Partai Kader”

Salah satu poin paling tajam dalam manifesto politik Sjahrir, Perjuangan Kita (1945), adalah seruannya untuk menyingkirkan “noda fasisme Jepang” dari tampuk kepemimpinan revolusi. Fauzian menyebut poin ini sebagai satir keras terhadap Soekarno dan Hatta yang sempat berkolaborasi dengan Jepang. Sjahrir berpendapat bahwa demokrasi harus diletakkan di atas nasionalisme, demi menghindari terjebaknya bangsa ke dalam fasisme baru.

Namun, idealisme Sjahrir bukannya tanpa cela. Diskusi tersebut juga menyoroti kegagalan Partai Sosialis Indonesia (PSI) dalam merangkul akar rumput. Dengan prinsip bahwa partai tidak butuh banyak anggota asalkan dipimpin oleh kaum intelektual yang disiplin, PSI justru terjebak dalam eksklusivitas.

“Jalan pikiran Sjahrir ini memang terasa sangat ‘menara gading’. Ia tidak menyentuh aspek primordial masyarakat, seperti agama atau budaya, yang akhirnya membuat pengaruhnya terbatas di lingkaran elit intelektual,” tambah Fauzian.

Relevansi di Era Digital

Diskusi yang dipandu oleh moderator Fikri ini juga menyentuh kegelisahan peserta mengenai kondisi politik hari ini. Salah satu peserta, Yeremia, mempertanyakan hilangnya peran intelektual dalam kepemimpinan partai politik modern yang kini lebih didominasi oleh kerja-kerja pragmatis.

Menanggapi hal itu, Fauzian melihat bahwa meskipun PSI secara organisasional telah lama bubar, jejak pemikiran “Sosialisme Demokratis” Sjahrir masih hidup dalam bentuk jaminan sosial dan bantuan pemerintah yang kita kenal saat ini. Selain itu, gaya kritis figur publik seperti Rocky Gerung disebut-sebut masih membawa semangat intelektualisme yang dulu dipupuk oleh lingkaran Sjahrir.

Acara yang berlangsung selama 90 menit ini ditutup dengan kesimpulan bahwa di tengah ancaman anti-kritik dan polarisasi, menjaga kewarasan berpikir melalui analisis sejarah yang jernih adalah jalan yang paling “Sjahrir-is” untuk diambil. (tiwi)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Tags: SejarahSosialisme Sjahrirsutan sjahrir
Share30SendShare

Related Posts

bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang ramai beredar di media sosial terkait fenomena bediding atau...

BMKG hujan lebat

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Kota

Hanna Hanifah
Jumat. 5 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan pada Jumat (5/6/2026)....

Dadan Hindayana. (wikipedia)

Terseret Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Kejaksaan Agung Tahan Dadan Hindayana!

pri
Rabu. 3 Juni 2026
0

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Kasus perombakan jajaran pimpinan di dalam tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto akhirnya menemui...

hujan ringan indonesia

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Berawan Rabu

Hanna Hanifah
Rabu. 3 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia di dominasi kondisi berawan pada...

Dadan Hindayana. (wikipedia)

Lakukan Evaluasi Kinerja, Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional

pri
Rabu. 3 Juni 2026
0

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah tegas dengan merombak total jajaran pimpinan tinggi di dalam tubuh...

Next Post
Prof. Dr. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum, Ph.D.,

Prof. Dr. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan: Antropolog yang Menembus Batas Akademik Global

KAI bandung

KAI Daop 2 Bandung Catat 441 Ribu Penumpang Selama Lebaran

RECOMMENDED

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Sabtu. 6 Juni 2026
bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Sabtu. 6 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • iPhone 18

    Bocoran iPhone 18 Pro Max Usung Baterai Lebih Besar dan Berat

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
  • ESDM Siapkan Langkah Efisiensi Energi Hadapi Geopolitik Timur Tengah

    227 shares
    Share 91 Tweet 57
  • Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Bandung Panas dan Hujan Bergantian, BMKG Ungkap Penyebabnya

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a