BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Aplikasi Nyari Gawe semakin diandalkan masyarakat Jawa Barat dalam mencari pekerjaan di era digital. Sejak resmi diluncurkan pada Oktober 2025 hingga 10 April 2026, tercatat sebanyak 374.567 pencari kerja telah mendaftar dalam platform tersebut.
Sementara itu, jumlah pelamar kerja yang telah mengajukan lamaran melalui aplikasi ini mencapai 518.213 orang.
Antusiasme Pencari Kerja Terus Meningkat
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengungkapkan bahwa tingginya angka pengguna menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital dalam mencari pekerjaan. Para pencari kerja tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, hingga Kota Bandung. Bahkan, terdapat pula pelamar dari luar provinsi Jawa Barat yang turut memanfaatkan aplikasi ini.
Menurutnya, aplikasi Nyari Gawe menjadi salah satu solusi efektif dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Kemudahan akses serta ragam pilihan pekerjaan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Ratusan Pelamar Sudah Diterima Kerja
Dari total pelamar yang terdaftar, sejumlah lamaran telah ditindaklanjuti oleh perusahaan. Rinciannya, sebanyak 1.198 pelamar masih dalam tahap peninjauan, 2.016 pelamar telah menjalani proses wawancara, dan 493 pelamar telah resmi diterima bekerja.
Saat ini, terdapat 71 perusahaan yang aktif membuka lowongan kerja melalui aplikasi tersebut. Total tersedia 337 judul lowongan pekerjaan yang bisa dilamar oleh masyarakat, mencakup berbagai bidang profesi, mulai dari chef, telemarketing, staf akunting, hingga dokter umum.
“Pilihan pekerjaan yang beragam memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menyesuaikan dengan kompetensi dan minat masing-masing,” ujar Kim Agung, Selasa (14/4/2026).
Pemda Jabar Pastikan Layanan Optimal
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memastikan layanan dalam aplikasi Nyari Gawe berjalan optimal. Berbagai kendala teknis yang dialami pengguna, seperti masalah log in, kesulitan memasukkan data, lupa akun, hingga kendala OTP, terus ditangani secara responsif.
Selain itu, aduan terkait lowongan pekerjaan juga menjadi perhatian serius agar proses rekrutmen berjalan transparan dan akuntabel. Hingga saat ini, total 51 aduan masyarakat telah berhasil ditangani dan diselesaikan oleh tim pengelola.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemda Jawa Barat dalam mendukung transformasi digital di sektor ketenagakerjaan sekaligus mengurangi angka pengangguran melalui pemanfaatan teknologi. (*/tie)












