BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Sejumlah petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, harus menelan kekecewaan setelah hasil panen padi yang dijemur di area persawahan hilang diduga dicuri.
Akibat kejadian tersebut, para petani kehilangan sekitar 5 kuintal padi yang sebelumnya telah dipanen.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video keluhan para petani beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para petani tampak meratapi hilangnya padi yang telah dijemur selama beberapa hari di lahan persawahan mereka.
Kejadian baru diketahui pada pagi hari saat para petani datang ke sawah untuk mengangkut padi yang sudah mulai mengering setelah tiga hari dijemur. Namun, setibanya di lokasi, padi yang disimpan di area tersebut sudah tidak ada.
Salah satu petani, Oka Sukmana, mengungkapkan bahwa padi yang hilang tidak hanya miliknya, tetapi juga milik tiga petani lainnya yang ikut menjemur hasil panen di lokasi yang sama.
“Padi sudah dijemur dan rencananya mau diangkut. Tapi saat dilihat pagi hari, semuanya sudah tidak ada,” ujarnya.
Kerugian Capai Jutaan Rupiah
Akibat pencurian tersebut, para petani di Bandung Barat ini diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp5 juta. Jumlah tersebut berasal dari total 5 kuintal padi yang hilang dan seharusnya menjadi sumber penghasilan mereka setelah masa panen.
Selain kerugian materi, para petani juga mengaku kesulitan untuk kembali menggarap lahan sawah seluas sekitar 700 meter persegi. Keterbatasan modal menjadi kendala utama setelah hasil panen yang diharapkan justru hilang.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran petani terkait keamanan hasil panen di area persawahan, terutama saat proses penjemuran yang biasanya dilakukan di ruang terbuka. Para petani berharap ada perhatian dan langkah pengamanan lebih lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (uby)











