WWW.PASJABAR.COM – Indonesia Track Cup resmi digelar di Jakarta dengan melibatkan enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Philippines, Singapore, India, dan Malaysia. Kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam kalender balap sepeda trek internasional karena memperebutkan poin menuju Olimpiade.
Sekretaris Jenderal Indonesia Cycling Federation, Jadi Rajagukguk, mengatakan ajang tersebut memiliki nilai strategis karena termasuk salah satu kejuaraan wajib yang memberikan poin cukup besar bagi para atlet.
“Untuk juara bisa mendapatkan hampir 175 poin. Ini merupakan salah satu kejuaraan yang bersifat mandatory, sehingga setiap negara perlu berpartisipasi dan bahkan menyelenggarakan,” ujarnya, dilansir dari ANTARA.
Menurut Jadi, poin dari Indonesia Track Cup akan diakumulasi dengan hasil kejuaraan tingkat ASEAN dan Asia lainnya sebagai bagian dari jalur kualifikasi menuju Asian Games tahun ini, SEA Games tahun depan, hingga Olimpiade.
Peluang Atlet Indonesia di Kandang Sendiri
Jadi menambahkan, Indonesia saat ini hampir dipastikan lolos ke Olimpiade pada nomor trek. Namun, target jangka panjang bukan hanya memastikan tiket, melainkan juga meningkatkan daya saing untuk meraih medali.
Sementara itu, Wakil I Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Suwarno, menilai penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah karena Indonesia menurunkan 39 atlet.
“Kesempatan bertanding di dalam negeri memberikan peluang lebih besar bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman internasional, khususnya di nomor track yang masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia, Hengky Silatang. Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting dalam pembentukan mental atlet menuju Asian Games.
“Dengan adanya kompetisi ini, mental atlet akan semakin terbentuk. Kesempatan bertanding yang lebih banyak juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk meraih prestasi,” ujar Hengky.
Indonesia Track Cup I berlangsung pada 1–2 Mei, sedangkan Indonesia Track Cup II digelar pada 3–6 Mei 2026. Selama dua pekan pelaksanaan, ajang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan atlet Indonesia menghadapi persaingan internasional yang lebih ketat. (han)










