• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Hantavirus Gegerkan Publik, Wamenkes Dante Ngaku Indonesia Belum Terancam

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026
Hantavirus Indonesia

ilustrasi (Foto : pasjabar)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram

# Hantavirus Indonesia

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM –Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, memastikan Hantavirus tidak akan memicu pandemi global seperti COVID-19.

RELATED POSTS

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Ia meminta masyarakat tetap waspada, namun tidak terpancing kepanikan setelah muncul kabar penyebaran virus tersebut di sejumlah negara.

Dante menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri kegiatan di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa siang.

Menurut Dante, karakter penyebaran Hantavirus sangat berbeda dibandingkan COVID-19. Virus tersebut tidak menyebar masif antarmanusia dan lebih banyak berasal dari hewan pengerat, terutama tikus.

“Kita tidak perlu panik berlebihan karena pola penyebarannya berbeda dengan COVID-19,” ujar Dante.

Hantavirus Punya Dua Varian Berbahaya

Dante menjelaskan, dunia medis membagi Hantavirus menjadi dua varian utama. Masing-masing varian menghadirkan gejala dan tingkat fatalitas berbeda.

Varian pertama bernama Hantavirus Fever with Renal Syndrome (HFRS). Varian ini memicu demam tinggi, gangguan ginjal, serta perubahan warna kulit menjadi kuning. Tingkat fatalitas HFRS berada di kisaran 15 persen.

Sementara itu, varian kedua yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) menyerang paru-paru dan sistem pernapasan.

Kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat setelah mengalami gangguan napas berat.

“HPS memiliki tingkat kematian sangat tinggi, bahkan mencapai 60 hingga 80 persen,” kata Dante.

Meski begitu, Dante memastikan Indonesia belum menemukan kasus HPS. Seluruh kasus yang muncul sejak 2023 masuk kategori HFRS dengan gejala ringan.

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus

Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus Hantavirus di Indonesia sejak 2023. Petugas kesehatan terus memantau perkembangan kasus di sejumlah daerah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Dante juga meluruskan isu terkait Hantavirus di kapal pesiar yang sempat ramai di media sosial. Ia menegaskan virus tersebut belum masuk ke Indonesia.

“Hantavirus dari kapal pesiar itu belum masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Selain memperkuat pengawasan, Kemenkes juga meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit dan laboratorium agar tenaga medis bisa mengenali gejala Hantavirus lebih cepat.

Tikus Jadi Sumber Penularan Utama

Dante menyebut tikus sebagai reservoir utama Hantavirus. Virus berpindah ke manusia melalui urine, kotoran, atau lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat.

Daerah kumuh dan wilayah pascabanjir memiliki risiko penularan lebih tinggi karena tikus berkembang lebih cepat di lingkungan kotor dan lembap.

Karena itu, Dante meminta masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menyentuh genangan air yang tercemar.

“Kebersihan lingkungan menjadi langkah pencegahan paling penting,” ujarnya.

Gejala Hantavirus

Dante menilai Hantavirus memiliki kemiripan dengan Leptospirosis karena sama-sama berkaitan dengan tikus dan sering muncul setelah banjir.

Namun, Leptospirosis berasal dari bakteri, sedangkan Hantavirus berasal dari virus. Perbedaan itu membuat tenaga kesehatan harus melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap pasien.

Kini, tenaga medis langsung memeriksa kemungkinan Hantavirus ketika menemukan gejala yang mengarah ke Leptospirosis.

“Setiap dugaan Leptospirosis sekarang ikut menjalani pemeriksaan Hantavirus,” kata Dante.

Warga Tetap Tenang

Dante mengakui para peneliti masih mempelajari kemungkinan penularan antarmanusia, terutama pada varian HPS yang memicu batuk berat.

Namun hingga sekarang, para ilmuwan belum menemukan bukti kuat terkait penularan langsung tersebut.

Pemerintah terus mengawasi perkembangan kasus internasional dan memperkuat sistem deteksi dini di dalam negeri.

Dante kembali meminta masyarakat menjaga sanitasi lingkungan, terutama saat musim hujan.

Ia juga mengajak warga menerapkan pola hidup bersih agar risiko penularan penyakit bisa terus menurun. (Rif)

# Hantavirus Indonesia

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Editor: Budi Arif
Tags: bandungDante Saksono HarbuwonoHantavirusHFRSHPSkasus Hantaviruskementerian kesehatanKesehatan MasyarakatLeptospirosismusim hujanpenyakit menularsanitasi lingkunganvirus paru-paruvirus tikusWamenkes RI
Share30SendShare

Related Posts

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Jhon Be
Sabtu. 6 Juni 2026
0

* knicks spurs BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- New York Knicks kembali meraih kemenangan pada Game 2 Final NBA 2026 yang berlangsung...

bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang ramai beredar di media sosial terkait fenomena bediding atau...

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Google Bawa Gemini AI ke Ponsel Android Go Edition

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Google mulai menghadirkan dukungan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) Gemini pada perangkat Android (Go Edition), sistem operasi...

KAI

KAI Daop 2 Bandung Tawarkan Tarif Hemat Liburan Sekolah

Uby
Sabtu. 6 Juni 2026
0

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan program diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh kereta...

Harga Pangan

Harga Pangan Strategis Berfluktuasi, Cabai Rawit Masih Tertinggi

Hanna Hanifah
Sabtu. 6 Juni 2026
0

WWW.PASJABAR.COM — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis masih...

Next Post
UMKM Bandung

Perintis Berdaya Connect Buka Jalan UMKM Bandung Tembus Pasar Lebih Luas

kios liar

Pemprov Jabar Bongkar Kios Liar, Pedagang Harapkan Relokasi

RECOMMENDED

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Sabtu. 6 Juni 2026
bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Sabtu. 6 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • iPhone 18

    Bocoran iPhone 18 Pro Max Usung Baterai Lebih Besar dan Berat

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • ESDM Siapkan Langkah Efisiensi Energi Hadapi Geopolitik Timur Tengah

    231 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Bandung Panas dan Hujan Bergantian, BMKG Ungkap Penyebabnya

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a