BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan wisatawan memadati kawasan Alun-Alun Bandung pada Jumat (15/5/2026) siang untuk menaiki Bandung Tour on Bus atau Bandros.
Lonjakan pengunjung terjadi saat masyarakat memanfaatkan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk berwisata bersama keluarga di Bandung.
Antrean panjang terlihat di lokasi keberangkatan Bandros. Wisatawan dari dalam maupun luar Kota Bandung rela menunggu giliran agar dapat menikmati perjalanan keliling Kota Kembang menggunakan bus wisata tersebut.
Para wisatawan tampak antusias meski harus mengantre cukup lama. Selain menikmati suasana kota, mereka juga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah sejumlah kawasan ikonik di Bandung dari pemandu wisata di dalam bus.
Salah seorang wisatawan asal Pandeglang, Nia, mengaku baru pertama kali mencoba wisata Bandros saat berlibur ke Bandung bersama keluarga.
“Saya baru pertama kali naik Bandros. Mumpung libur panjang, saya sengaja datang ke Bandung bersama keluarga untuk berwisata,” ujar Nia.
Wisatawan Keliling Kota dan Mengenal Sejarah Bandung
Pemerintah Kota Bandung menyediakan tujuh unit bus Bandros untuk melayani wisatawan selama libur panjang. Setiap bus hanya mampu mengangkut sekitar 20 penumpang dalam satu kali perjalanan sehingga antrean wisatawan terus mengular sejak siang hari.
Dengan harga tiket sekitar Rp20 ribu, petugas mengajak wisatawan berkeliling sejumlah kawasan bersejarah di Kota Bandung.
Perjalanan dimulai dari Alun-Alun Bandung, kemudian melintasi beberapa ruas jalan ikonik seperti Jalan Braga, Dago, hingga kawasan Jalan Diponegoro sebelum kembali ke titik awal perjalanan.
Selama perjalanan, pemandu wisata menjelaskan sejarah dan perkembangan sejumlah bangunan serta kawasan terkenal di Kota Bandung. Konsep wisata edukasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Kota Kembang sambil menikmati suasana kota.
Peningkatan jumlah penumpang Bandros diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir masa libur panjang akhir pekan. Pemerintah Kota Bandung pun mengimbau wisatawan tetap tertib saat mengantre dan menjaga kenyamanan selama menikmati layanan wisata keliling kota tersebut. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













