BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Kementerian Sosial RI menyalurkan alat bantu kesehatan dan modal usaha kepada warga rentan. Program ini menyasar lansia, anak berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, dan warga rawan sosial. Melalui program tersebut, pemerintah ingin meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat program kesejahteraan sosial. Untuk menjalankan program tersebut, Dinas Sosial menggandeng Sentra Wyata Guna Kementerian Sosial RI.
Program itu menjangkau 85 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat seluruh peserta program berasal dari kelompok desil 1 sampai 5. Pemerintah memprioritaskan lansia, anak berkebutuhan khusus, dan penyandang disabilitas dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Idad Saadudin, menegaskan pemerintah terus meningkatkan perhatian kepada kelompok rentan. Ia menilai kelompok tersebut memerlukan dukungan sosial yang berkelanjutan agar mampu menjalani aktivitas secara mandiri.
“Distribusi alat bantu ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan,” kata Idad, Sabtu (23/5/2026).
Petugas Verifikasi Data dan Salurkan Bantuan
Tim Dinas Sosial memulai asesmen calon penerima sejak Februari 2026. Tim lapangan mengumpulkan data, memeriksa kondisi warga, lalu mencocokkan hasil pemeriksaan dengan kriteria program.
Setelah menyelesaikan verifikasi, petugas menyalurkan bantuan secara bertahap pada 22 hingga 24 Mei 2026. Petugas mendatangi seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat untuk mempercepat penyaluran bantuan.
Dinas Sosial menyediakan berbagai alat bantu kesehatan. Jenis bantuan meliputi kursi roda, alat bantu dengar, kursi roda khusus Cerebral Palsy, tongkat, dan walker.
Petugas menyerahkan alat bantu tersebut secara langsung kepada peserta program. Melalui bantuan itu, pemerintah membantu warga meningkatkan mobilitas dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
“Semoga alat bantu ini benar-benar bermanfaat dan dapat membantu masyarakat dalam menjalani aktivitasnya,” ujar Idad.
Program Usaha Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Selain menyalurkan alat bantu kesehatan, Dinas Sosial juga menjalankan program kewirausahaan bagi 11 warga rawan sosial. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
PT Pos Indonesia menyalurkan dana program kepada peserta. Dinas Sosial bersama Pendamping Rehabilitasi Sosial mengawasi pembelian sarana usaha agar peserta menjalankan usaha sesuai rencana.
Peserta program mengembangkan peternakan domba, peternakan ayam, produksi tempe, dan usaha jajanan anak. Melalui program ini, pemerintah mendorong pertumbuhan usaha mikro sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga peserta.
Dinas Sosial Ajak Berbagai Pihak Perkuat Kepedulian Sosial
Idad mengajak perusahaan, lembaga donor, organisasi sosial, dan kalangan filantropi untuk memperkuat kepedulian sosial di Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai banyak warga masih memerlukan dukungan sosial dan ekonomi.
Ia meyakini kolaborasi berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program sosial. Kolaborasi tersebut juga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Karena itu kami berharap ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. (*/adv)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













