CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM– Tumpukan sampah rumah tangga menggunung di depan Kantor UPTD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, Jalan Rancabentang, Senin (25/5/2026) siang.
Kondisi tersebut yang warga keluhkan karena menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Tumpukan sampah yang mencapai hampir dua meter itu bahkan memakan sebagian badan jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Akibatnya, para pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi karena ruang jalan menjadi lebih sempit.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga khawatir berdampak terhadap kesehatan warga sekitar akibat aroma menyengat yang muncul dari sampah yang menumpuk selama dua hari terakhir.
Petugas pengangkut sampah, Ricky, mengatakan keterlambatan pengangkutan menuju TPA Sarimukti menjadi penyebab utama menumpuknya sampah di lokasi tersebut.
“Sudah dua hari sampah belum terangkut ke TPA Sarimukti, jadi volumenya terus bertambah. Kami juga menunggu armada pengangkutan agar sampah bisa segera dibersihkan,” ujar Ricky.
Warga Minta Penanganan Cepat
Warga sekitar berharap Pemerintah Kota Cimahi segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka khawatir tumpukan sampah akan semakin besar apabila tidak segera diangkut.
Salah seorang warga, Nuraeni, mengaku terganggu dengan kondisi lingkungan yang menjadi kotor dan bau. Menurutnya, tumpukan sampah di pinggir jalan juga membahayakan pengendara karena mempersempit akses kendaraan.
“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Jalan juga jadi sempit karena sampah menumpuk sampai ke badan jalan,” kata Nuraeni.
Karena itu, warga meminta pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut dan segera melakukan pengangkutan sampah secara rutin agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Hingga Senin sore, tumpukan sampah masih terlihat memenuhi area pinggir jalan dan petugas kebersihan belum seluruhnya mengangkut sampah tersebut. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













