WWW.PASJABAR.COM – Populasi Jepang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data awal sensus nasional yang dirilis Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Jumat (29/5/2026), jumlah penduduk Jepang pada 2025 tercatat sebanyak 123,05 juta jiwa atau berkurang sekitar 3,1 juta dibandingkan sensus tahun 2020.
Data tersebut mencatat total populasi Jepang per 1 Oktober 2025 mencapai 123.049.524 jiwa, termasuk warga negara asing yang tinggal di negara tersebut. Jumlah itu menyusut sebanyak 3.096.575 jiwa atau sekitar 2,5 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Penurunan populasi tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah sensus modern Jepang. Sebelumnya, Jepang mulai mengalami penurunan jumlah penduduk pada sensus 2015 sejak survei lima tahunan pertama kali berlangsung pada 1920.
Kementerian Dalam Negeri Jepang menjelaskan tingginya angka penuaan penduduk serta terus menurunnya angka kelahiran menjadi penyebab utama penyusutan populasi. Kondisi tersebut membuat jumlah kematian jauh melampaui angka kelahiran.
Tokyo dan Okinawa Masih Catat Pertumbuhan
Di tengah tren penurunan nasional, hanya dua prefektur yang masih mencatat pertumbuhan populasi, yakni Tokyo dan Okinawa.
Tokyo menambah jumlah penduduk sekitar 199 ribu jiwa, sedangkan Okinawa bertambah sekitar seribu jiwa. Namun, laju pertumbuhan di kedua wilayah tersebut juga melambat dari periode sensus sebelumnya.
Sementara itu, Hokkaido mencatat penurunan populasi terbesar hingga 239 ribu jiwa. Setelah itu, Prefektur Shizuoka kehilangan sekitar 164 ribu penduduk dan Hyogo berkurang sekitar 141 ribu jiwa.
Meski jumlah penduduk terus menyusut, jumlah rumah tangga di Jepang justru meningkat menjadi 57,1 juta rumah tangga atau bertambah sekitar 1,29 juta dari sensus sebelumnya.
Namun, rata-rata anggota rumah tangga mengalami penurunan dari 2,26 orang menjadi 2,15 orang per rumah tangga. Pemerintah Jepang menilai kondisi tersebut pengaruhi meningkatnya jumlah warga lanjut usia yang tinggal sendiri.
Pemerintah Jepang kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan keberlangsungan komunitas regional di tengah krisis demografi yang perkirakan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. (han)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













