TEHERAN, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Iran secara resmi memasukkan Rusia dan China ke dalam daftar negara yang menikmati hak istimewa di Selat Hormuz. Selanjutnya, kedua negara tersebut akan mendapatkan perlakuan khusus serta syarat yang sangat menguntungkan saat melintasi jalur logistik global tersebut.
Sebelumnya, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyampaikan pengumuman penting ini pada hari Sabtu (30/5). Akhirnya, langkah strategis ini menjadi bentuk penghargaan Teheran atas kesetiaan sekutu dekat mereka sepanjang menghadapi dinamika politik dunia.
Hasilnya, kapal dagang maupun tanker minyak milik Rusia dan China kini bisa melintas dengan jaminan keamanan khusus dari militer Iran.
Balas Budi Teheran atas Dukungan Konsisten Kedua Negara
Faktanya, Rusia dan China senantiasa memberikan dukungan politik serta ekonomi yang sangat besar kepada pihak Iran. Sebab, kedua negara tersebut secara konsisten terus berdiri bersama Teheran bahkan di masa-masa yang paling sulit.
-
Perhatian Khusus: Faktor kedekatan tersebut membuat Iran memberikan perhatian khusus bagi armada laut Rusia dan China.
-
Hak Teritorial: Ebrahim Azizi menegaskan bahwa Teheran memiliki hak penuh untuk membuat keputusan apapun terkait kawasan selat.
-
Kepentingan Geopolitik: Kawasan strategis ini merupakan bagian mutlak dari wilayah perairan teritorial serta geografis negara Iran.
Oleh karena itu, Azizi memperingatkan dengan tegas agar tidak ada satu pun pihak asing yang berani mempertanyakan hak mutlak tersebut.
Ajukan Syarat Ketat untuk Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Di sisi lain, pihak Teheran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali akses Selat Hormuz tanpa syarat. Bahkan, media lokal Fars melaporkan bahwa Iran baru akan membuka selat tersebut setelah pihak Amerika Serikat mencabut blokade mereka.
Meskipun demikian, Iran tetap akan menerapkan pengaturan mandiri secara ketat jika aktivitas pelayaran di selat tersebut kembali normal. Berikutnya, berikut adalah beberapa poin pengaturan mandiri yang akan berada di bawah kendali langsung pihak militer Iran:
-
Sektor Pengawasan: Menjalankan pemantauan intensif terhadap seluruh pergerakan kapal asing yang melintas.
-
Sektor Inspeksi: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap muatan kapal guna mengantisipasi ancaman keamanan.
-
Sektor Maritim: Menyediakan fasilitas layanan maritim khusus serta menetapkan langkah-langkah keamanan internal.
Bantah Klaim Sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Sementara itu, pihak media Fars juga menolak keras klaim sepihak yang sempat terlontar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Faktanya, Trump sempat mengeklaim bahwa pihak Iran bersedia membongkar atau menghancurkan seluruh material nuklir milik mereka.
Oleh karena itu, sumber internal media menegaskan bahwa pernyataan dari pemimpin negara adidaya tersebut sama sekali tidak berdasar. Pada akhirnya, pihak Iran memastikan tidak ada klausul mengenai pembongkaran nuklir di dalam memorandum yang tengah mereka bahas.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













