WWW.PASJABAR.COM— Sejumlah akun Instagram dilaporkan menjadi korban pembajakan setelah peretas diduga memanfaatkan celah pada layanan bantuan berbasis kecerdasan artifisial milik Meta, Meta AI Support Assistant.
Melalui metode tersebut, pelaku di sebut dapat mengambil alih akun tanpa harus mengakses alamat email asli pemilik akun.
Laporan mengenai dugaan celah keamanan itu mencuat setelah sejumlah pengguna di platform Reddit dan X mengaku akun Instagram mereka diretas.
Kasus ini juga menimpa beberapa akun berprofil tinggi, termasuk akun Instagram Gedung Putih era Presiden Barack Obama yang sudah tidak aktif sejak 2017 serta akun Kepala Bintara Tertinggi Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat John Bentivegna.
Peneliti keamanan siber Jane Wong turut mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia menyatakan kata sandi akun miliknya berubah tanpa sepengetahuannya.
“Kata sandi saya berubah tanpa sepengetahuan saya dan sepanjang kemarin saya menerima berbagai upaya pengaturan ulang kata sandi,” kata Wong.
Menurut laporan yang beredar, pelaku di duga memanfaatkan chatbot Meta AI Support Assistant untuk menambahkan alamat email baru ke akun target. Dengan cara itu, mereka memperoleh akses untuk mengatur ulang kata sandi akun korban.
Di Duga Gunakan VPN untuk Hindari Deteksi
Dalam video yang beredar, pelaku di sebut terlebih dahulu menggunakan layanan virtual private network (VPN). Untuk menyamarkan lokasi dan menghindari sistem perlindungan otomatis Instagram.
Setelah itu, pelaku membuka percakapan dengan chatbot AI Meta dan meminta penambahan alamat email baru ke akun korban.
Chatbot kemudian mengirimkan kode verifikasi ke alamat email yang di kendalikan pelaku. Setelah kode di masukkan kembali ke sistem, muncul opsi untuk mengatur ulang kata sandi akun yang menjadi target.
Dengan mengganti kata sandi tersebut, pelaku dapat mengambil alih akun tanpa perlu mengakses email asli yang terhubung dengan akun Instagram korban.
Menanggapi laporan itu, juru bicara Instagram Andy Stone menyatakan masalah tersebut telah di perbaiki. Namun hingga kini, Meta belum mengungkap jumlah pengguna Instagram yang terdampak akibat dugaan aksi peretasan tersebut. (han)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













