BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Tumpukan sampah memenuhi saluran irigasi di Kampung Sukaguna, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain mengganggu fungsi irigasi, juga menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan risiko luapan air saat hujan deras.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah menumpuk hampir di sepanjang saluran irigasi. Dari pemantauan udara, terlihat berbagai jenis sampah rumah tangga terbawa arus dan mengendap di sejumlah titik hingga menghambat aliran air. Tumpukan sampah bahkan menutupi sebagian badan saluran yang seharusnya berfungsi mengalirkan air secara lancar ke area pertanian dan permukiman warga.
Warga menyebut kondisi tersebut telah terjadi sekitar satu pekan terakhir, bertepatan dengan meningkatnya intensitas hujan di wilayah Bandung Barat. Sebagian besar sampah yang menumpuk duga bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan terbawa aliran air dari wilayah hulu seperti Cihampelas, Cipatik, hingga Soreang.
Selain sampah, sedimentasi lumpur yang cukup tebal juga memperburuk kondisi saluran. Endapan lumpur membuat kapasitas tampung air berkurang sehingga sampah lebih mudah tersangkut dan mengendap di sejumlah titik.
Saluran Menyempit dan Dangkal
Warga menilai penyempitan dan pendangkalan saluran menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air. Di beberapa lokasi, lebar saluran berkurang akibat sedimentasi dan material yang terus mengendap selama bertahun-tahun tanpa pengerukan.
Akibat kondisi tersebut, fungsi irigasi sebagai penyalur air tidak berjalan optimal. Selain mengganggu kebutuhan pengairan, tumpukan sampah juga menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Kalau hujan deras, air sering meluap karena alirannya terhambat sampah. Kami khawatir kondisi ini semakin parah jika tidak segera ditangani,” ujar Arim, warga setempat.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembersihan menyeluruh di sepanjang saluran irigasi. Mereka juga meminta adanya armada pengangkut sampah agar sampah yang telah terkumpul tidak kembali menumpuk di sekitar lokasi.
Selain pembersihan, warga mengusulkan normalisasi saluran melalui pengerukan sedimentasi dan perbaikan pada bagian yang mengalami penyempitan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi irigasi sekaligus mengurangi risiko banjir yang dapat mengancam permukiman warga saat musim hujan. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













