WWW.PASJABAR.COM — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mendorong perempuan dan anak perempuan untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan melindungi diri melalui olahraga dan seni bela diri.
Hal tersebut disampaikan Veronica Tan dalam acara Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, berbagai cabang olahraga bela diri dapat menjadi sarana penting bagi perempuan untuk mengembangkan mental yang kuat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
“Olahraga seperti karate, ju-jitsu, pencak silat, judo, aikido, hingga vovinam masih sering dipandang bukan bagian dari dunia perempuan, padahal dapat membangun rasa percaya diri dan mental yang kuat bagi anak perempuan,” kata Veronica, dilansir dari ANTARA.
Ia menilai masih terdapat budaya patriarki yang memengaruhi cara masyarakat mendidik anak perempuan dan laki-laki. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada perbedaan akses terhadap pendidikan, kesempatan meraih cita-cita, hingga ruang untuk mengembangkan potensi diri.
Kesempatan yang Sama bagi Setiap Anak
Veronica menegaskan bahwa upaya yang di lakukan tidak hanya berbicara mengenai kesetaraan gender. Tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang.
“Karena itu, saya menekankan bahwa perjuangan yang di lakukan bukan sekadar berbicara tentang gender equality. Tetapi mengenai keadilan dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan inklusif bagi perempuan serta anak perempuan.
Menurutnya, seluruh negara memiliki tanggung jawab bersama untuk mendukung perempuan agar berani memperjuangkan hak-haknya. Termasuk hak untuk bermimpi dan melindungi diri.
Sementara itu, Co-Founder dan Sekretaris Jenderal Guardian Girls International, Shin Koyamada, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar. Untuk menjadi pemimpin regional maupun global dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui olahraga, budaya, dan aksi komunitas.
“Melalui kemitraan di seluruh Asia Tenggara, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Bagi perempuan dan anak perempuan,” kata Shin Koyamada. (han)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













