WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung memastikan tidak akan memakai jasa Layvin Kurzawa untuk mengarungi kompetisi musim depan. Ia jadi pemain pertama yang mendapatkan ucapan ‘hatur nuhun’. Kabar ini dipastikan langsung oleh manajemen Persib sehari setelah Kurzawa pamitan.
Kurzawa sendiri sudah lebih dulu mengucapkan salam perpisahan lewat unggahan di media sosialnya pada Selasa (2/6/2026) malam. Teka-teki akhirnya terjawab, Layvin Kurzawa ternyata benar-benar tak diperpanjang masa baktinya.
Kurzawa sendiri datang sebagai pemain dengan profil mentereng di putaran kedua lalu. Ia bukan sekadar tambahan nama di daftar susunan pemain, melainkan membawa standar profesionalisme Eropa ke dalam ruang ganti ‘Pangeran Biru’.
Kehadirannya menjadi kepingan puzzle untuk merengkuh gelar bergengsi di sepak bola Indonesia. Hasilnya, gelar juara Super League 2025/2026 turut dipersembahkan Kurzawa untuk Persib.
Apresiasi dan Penghormatan untuk Kurzawa
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan menyampaikan penghormatan bagi Kurzawa. Bagi Persib, meski Kurzawa memiliki masa bakti yang singkat, tapi sangat penting dan berkesan.
“Hatur nuhun, Kurzawa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, profesionalisme, dan komitmen yang telah di berikan selama membela Persib. Meski kebersamaan ini hanya berlangsung selama setengah musim, Layvin datang pada momen penting dan turut menjadi bagian dari perjalanan yang berakhir dengan pencapaian luar biasa,” kata Adhitia dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026) malam.
Langkah perdana Kurzawa bersama Persib dimulai di panggung Asia, tepatnya pada 11 Februari 2026. Kala itu, ia berjibaku menahan gempuran Ratchaburi FC di Thailand dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Sejak debut di Stadion Ratchaburi tersebut, Kurzawa jarang bermain, tapi memberi dampak signifikan bagi tim.
Statistik mencatat, Kurzawa tampil dalam tujuh laga di Super League 2025/2026 dan dua laga di ACL 2. Meski harus berpacu dengan waktu adaptasi singkat, ia membuktikan kelas dunia bukanlah sekadar label, melainkan etos kerja di atas lapangan hijau.
Satu momen yang akan terus terpatri di ingatan Bobotoh adalah laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 30 April 2026. Sebuah umpan silang melengkung yang akurat dari kaki Kurzawa mendarat tepat di kepala Berguinho.
Gol itu bukan sekadar angka di papan skor. Gol itu jadi salah satu kunci pembuka jalan Persib menuju tangga juara.
Bukan Sekedar Persinggahan Karier
Di luar urusan taktis, Kurzawa tampak begitu menikmati atmosfer Bandung. Ia merangkul budaya lokal, menjalin kedekatan dengan rekan setim, dan terpesona oleh militansi Bobotoh yang tak pernah padam. Baginya, Persib bukan sekadar persinggahan karier, melainkan sebuah keluarga baru di Asia Tenggara.
Puncak dari perjalanan singkat ini terjadi pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Di bawah guyuran euforia, Kurzawa mengangkat trofi juara, disusul konvoi lautan biru yang memadati jalanan Bandung sehari setelahnya.
Ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil mempertahankan dominasi dengan meraih gelar juara Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kini, lembaran cerita itu telah usai. Meski raga tak lagi berseragam biru, nama Layvin Kurzawa telah terukir dalam tinta emas sejarah Persib musim 2025/2026. Hatur nuhun, Layvin Kurzawa! (ars)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.













