BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Ferry Joko Yuliantono yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi, berpeluang besar menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode 2024-2028.
Hal ini karena pesaing tunggalnya Saddam Wiryosenjoyo Hadinagoro, mengundurkan diri.
Ferry kemungkinan besar akan dikukuhkan sebagai Ketua Umum IKA Unpad secara aklmasi.
Namun keputusan tersebut masih harus menunggu keputusan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unpad pada 7 Dsember nanti.
Secara mengejutkan Saddam yang merupakan lulusan Unpad 2013 menyerahkan dukunganya kepada Ferry.
Penyerahan dukungan ini usai melakukan Dialog Pemilihan Ketua Umum IKA Unpad, yang berlangsung di Aula Perpustakaan Mochtar, Kampus Unpad Bandung, pada Sabtu (30/11).
Penyerahan dukungan sekaligus pengunduran Saddam ini mengejutkan semua pihak.
Bukan hanya pendukungnya, namun para panelis yang terdiri dari mantan Ketua IKA Unpad peride sebelumnya.
Diantara para panelis ada juga Wali Kota Bandung terpilih Muhammad Farhan, dan presenter kenamaan Tinna Talisa.
Acara tersebut dimoderatori oleh jurnalis nasional Indy Rachmawati yang juga alumni Unpad.
Keputusan mengejutkan Saddam ini mendapat apresiasi dari Ferry Joko Yuliantono.
Ia menganggap langkah tersebut sebagai bentuk dukungan dan semangat kebersamaan di kalangan alumni Unpad.
“Sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Padjadjaran, saya menghargai keputusan Saddam. Ini adalah pelajaran berharga dan momentum bagi kita untuk memajukan IKA Unpad bersama-sama,” ungkap Ferry.
Wakil Menteri Koperasi alumnus Fakultas Ekonomi Unpad tahun 1993 ini menegaskan komitmennya untuk membawa IKA Unpad menjadi organisasi yang lebih maju.
Ferry berjanji jika terpilih sebagai Ketua IKA Unpad periode 2024-2028 nanti, ia akan membangun kepengurusan yang solid demi mendukung Universitas Padjadjaran, mahasiswa, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Kami akan menyusun kepengurusan yang solid dan berkomitmen untuk mengembalikan kehormatan dan kebanggaan alumni Unpad. IKA Unpad harus menjadi organisasi yang bermanfaat, baik bagi universitas, mahasiswa, maupun pemerintah,” tegas Ferry.
Ferry juga menambahkan bahwa IKA Unpad akan bekerja sama dengan universitas, untuk mendukung program pemerintah sekaligus memberikan masukan berbasis akademis.
“Dengan sejarah panjang dan jaringan alumni yang luas, Unpad memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada bangsa dan negara,” ujarnya.
Pengunduran diri Saddam akan dibahasa di Mubes
Kuseryansyah, Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Besar (Mubes), dan Pemilu Raya (Pemira) IKA Unpad, mengatakan keputusan Saddam memang tidak disangka-sangka.
Ia menjelaskan bahwa keputusan pengunduran diri Saddam serta kemungkinan pengkuhan Ferry sebagai Ketua Umum IKA Unpad akan dibahas secara resmi dalam Mubes pada 7 Desember 2024 nanti.
“Kami akan mengkaji pengunduran diri ini sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Jika hanya ada satu calon, maka Mubes akan menetapkan Ferry sebagai Ketua Umum,” jelas Kuseryansyah.
Kuseryansyah menambahkan, dinamika pemilihan kali ini menjadi bagian dari kejutan dalam rangkaian acara Pemira Akbar IKA Unpad.
“Kami menghargai langkah Saddam dan memastikan semua proses dilakukan sesuai aturan organisasi. Keputusan final akan diambil dalam forum tertinggi, yakni Mubes,” pungkas Kuseryansyah. (***)












