CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Negara Gagal (Fail State)

Hanna Hanifah
16 Januari 2025
negara gagal

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan.

Oleh: U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan (Negara Gagal)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ketika Dunia masih anteng menyaksikan perang Rusia vs Ukraina, dan keprihatinan mendalam atas matinya kemanusiaan di abad kegelapan ‘’genosida bangsa palestina oleh zionis” dunia dikejutkan oleh Runtuhnya Rezim Suriah Bashar Al-Assad pada 8 Desember oleh milisi Suriah, sebuah kejadian yang merubah peta dan eskalasi di timur tengah.

Yang menarik bagi penulis bukan teori konspirasinya, tapi bagaimana proses penggulingan kekuasaan berjalan dengan sangat cepat tanpa perlawanan, bagaimana asing bermain sangat vulgar di suriah, bahkan membiarkan suriah menjadi medan tempur asing oleh warganya. Sebuah Negara yang menyedihkan, dan begitu rapuhnya semangat kebangsaan, seperti Negara yang baru kemarin sore lahir.

Sebetulnya Suriah punya banyak waktu untuk rekonsiliasi secara internal, dan membatasi ruang gerak ásing’di atas kepentingan nasionalnya, suriah tidak belajar pada libya, Irak, Afghanistan tentang keruntuhan pemerintahan karena ‘’ operasi asing’ yang memanfaatkan konflik internalnya.

Negara-Negara yang bermain di suriah karena kepentinganya sangat jelas terlihat (seperti ikan di Aquarium), kenapa di biarkan? Bahkan mungkin kunci di buka selebar lebarnya agar masuk dan memperilahkan bertempur di negaranya, karena lemahnya pondasi bernegara, nasionalisme serta sejarah konflik tanpa ‘perdamaian’  yang semakin meruncing dan saling melumpuhkan sehingga ikatan kebersamaan sebagai warga bangsa suriah porak poranda.

Baca juga:   Pembuktian Integritas Penegakan Hukum

Suriah sebetulnya bisa melihat dengan sangat jelas, bagaimana Muamar Khadafi di gulingkan sari singasana kekuasaanya oleh konspirasi yang sama, pola dan metodenya juga tidak jauh berbeda.

Sebagai catatan ringan ada 4 kelompok warga negara Libya ketika negaranya di ekaspansi.

  1. kelompok pertama, kelas menengah berduit, mereka memilih untuk kabur atau pergi ke nagara lain, baik sebagai wisatawan atau suaka.
  2. kelompok ke dua adalah kelas apatis yang memntingkan diri sendiri dan tidak tertanam rasa mencintai terhadap negaranya, Mereka cuek dengan dunianya alias tidak peduli, mereka menghabiskan waktunya di rumah, bunker, hidup seperti tidak terjadi apa apa, seperti main games, hura hura dsb karena menggangap bukan perangnya, tapi perang kepentingan saja, gagal paham
  3. kelompok ketiga, mereka berperang dan mengangkat senjata melakukan perlawanan, tapi tanpa dukungan rayta dan warga Negara tentu lemah, mereka berperang tapi lehih pada loyalis rejim Muamar khadafi, kalah senjata, kalah Mental walau dinegri sendiri
  4. kelompok 4, kelompok ini mungkin memanfaatkan situasi karena sakit hati atau agenda politik, kenapa karena kelompok ini malah ikut memerangi dan membantu asing, ini menambah parah mentalitas warga, karena mereka melihatnya sebagai perang saudara, yang berperang hanya kepentingan saja.
Baca juga:   Lanud Husein Sastranegara Berikan Trauma Healing anak Korban Bencana Cianjur

Empat fenomena tersebut bisa menjadi pelajaran bagi suriah atau Negara manapun di dunia pentingnya Nasionalisme. Bagaimana nasionalisme di rawat. Di pupuk secara terus menerus agar ruang ruang perpecahan bisa di antisipasi, agar Negaranya tidak di jadikan medan tempur Negara lain, apalagi di era sekarang sebuah era batas batas informasi sangat samar, dan kejelasan informasi sangat sulit dan mahal.

Negara Gagal

Dalam terminologi kekinian, Suriah, Libya dan Negara arab lainya yang pemerintahan terguling karena konflik internal yang memperihatinkan karena tertanam luka panjang antar paksi dan suku, maka Negara tersebut dianggap sebagai Negara gagal.

Wacana Negara Gagal tidak pernah hilang dari pembicaraan selama organisasi yang namanya ‘Negara” itu ada. Menurut berbagai sumber, Negara mulai ada sekitar 6.500 SM, ketika manusia mulai menetap dan mengembangkan wilayahnya. Peradaban yang terbentuk dari kebiasaan hidup berkelompok inilah yang kemudian membentuk negara.

Teori Negara modern, secara geopolitik Negara dapat dipandang sebagai organisme hidup. Seperti yang dikemukakan dalam teori geopolitik dimana Negara bisa lahir, berkembang atau mati, Friedrich Ratzel dan Rudolf Kjellen

Baca juga:   Selamat Lutfi dan Vania! Mahasiswa STKIP Pasundan Juara 3 Badminton Polytron Walikota Solo

Teori geopolitik Friedrich Ratzel Negara adalah organisme ruang (spatial organism) yang tumbuh seperti organisme hidup. Pertumbuhan negara mirip dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang hidup (lebensruum) yang cukup. Sedangkan Rudolf Kjellen Negara adalah organisme biologis yang memiliki kekuatan intelektual. Negara merupakan suatu sistem politik yang mencakup bidang-bidang geopolitik, ekonomi politik, Demopolitik dan kratopolitik.

Kembali ketulisan awal tentang Negara gagal, yang disebut negara gagal (fail state) adalah negara yang nyata. Hanya saja mereka gagal hadir untuk rakyatnya, gagal dalam menciptakan suatu pemerintahan yang berdaulat. Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat. Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal (Wikipedia)

Sekali lagi untuk terhindar menjadi Negara gegal ternyata bukan hanya tanggung jawab penyelanggara Negara. Tapi seluruh komponen, sesuai dengan Cita Cita kelahiran sebuah Negara, sebagai catatan,

Kalau Negara Kuat, Rakyat Lemah = akan menjadi Negara Otoriter

Rakyat Kuat. Negara Lemah = Chaos atau mungkin hukum Rimba

Negara Lemah, Rakyat Lemah = Negara gagal

Negara Kuat, Rakyat Kuat = Negara maju dan kuat (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: negara gagalOpiniSTIE Pasundan


Related Posts

Tentara Israel
HEADLINE

Penulis Sekaligus Ex Ketum JITU Ungkap Mitos Kehebatan Tentara Israel Dalam Bedah Buku Di Bandung

19 Januari 2026
Merampok Daulat Rakyat
HEADLINE

Merampok Daulat Rakyat

31 Desember 2025
sunda
HEADLINE

Pemikiran Dan Kontribusi Karl Fredirck Holle: “Karuhun” Orang Sunda Modern

29 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.