BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, berbagi pengalaman selama 12 hari di Jepang dalam acara pembukaan Pelatihan Bahasa Jepang Gelombang I yang digelar di Aula LPK Sekai Mustika, Jalan Talun, Kampung Rancakendal, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Ali Syakieb mengaku selama di Jepang, ia memperhatikan etos kerja masyarakat Jepang. Yang sangat disiplin dalam memanfaatkan waktu.
“Januari 2025 lalu saya baru pulang dari Jepang. Di situ saya lihat orang Jepang itu sangat memperhatikan waktu. Waktu benar-benar mereka gunakan sebaik mungkin untuk bekerja. Termasuk untuk meng-upgrade dirinya sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan Bahasa Jepang. Tetapi juga membentuk mental, etos kerja, dan sikap professional. Agar peserta dapat beradaptasi dengan budaya kerja di Jepang.
Menyiapkan SDM Unggul untuk Indonesia Emas 2045
Ali Syakieb menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan memahami digitalisasi. Sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar tidak melupakan tanah air setelah sukses bekerja di Jepang.
“Tapi ingat, setelah mengikuti pelatihan ini, kalian nanti berangkat kerja ke Jepang. Nanti kalau sudah sukses di Jepang harus balik lagi ke Indonesia, ke Kabupaten Bandung. Jangan lupa pulang,” pesannya.
Ali optimistis bahwa peserta pelatihan ini akan berhasil dan turut serta dalam membangun Indonesia, khususnya Kabupaten Bandung.
“Kalian juga harus bisa jaga sikap, jangan sampai bikin malu orang Indonesia selama di sana. Apalagi sampai dideportasi,” tegasnya.
Program Gratis, Antusiasme Masyarakat Tinggi
Pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja migran serta mengurangi angka pengangguran.
Untuk Gelombang pertama tahun 2025, sebanyak 80 peserta terpilih dari 3.000 pendaftar.
Tahun ini, Kabupaten Bandung mendapatkan kuota 500 pekerja migran ke Jepang dan Korea. Dari total 1.200 tenaga kerja yang dibutuhkan di kedua negara tersebut.
Sebelum diberangkatkan, peserta akan menjalani pelatihan bahasa selama 40 hari.
“Program pelatihan Bahasa Jepang dan Korea ini gratis karena dibiayai oleh APBD. Karena itu animonya tinggi sekali. Ribuan orang yang mendaftar setiap tahunnya. Tahun ini, tenaga kerja ke Jepang totalnya mencapai 400 orang dan ke Korea 200 orang,” ujar Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Rukmana.
Rukmana menambahkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari realisasi janji politik Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dalam Program Kerja 100 Hari.
“Ini juga dalam rangka realisasi program Pak Bupati dalam menciptakan 50 ribu wirausaha baru. Dan lapangan pekerjaan dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” tuturnya. (fal)