BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sebanyak 50 warga di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terpaksa mengungsi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan ribuan rumah terendam banjir.
Hingga saat ini, 18 kepala keluarga warga Dayeuhkolot terdampak dan mengungsi ke lokasi yang telah disediakan. Para pengungsi terdiri dari balita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.
Pihak desa menyatakan akan menambah lokasi pengungsian jika jumlah pengungsi terus bertambah. Terutama jika hujan kembali turun.
Kondisi di Pengungsian
Salah satu pengungsi, Tita, mengaku belum berani kembali ke rumahnya sebelum banjir benar-benar surut.
“Dapat bantuan mie, kue, makan ada juga. Kita di sini dulu, takutnya kalau sudah balik malah hujan lagi,” ujar Tita.
Saat ini, para pengungsi telah menerima bantuan makanan pokok dan camilan yang diberikan oleh pihak desa serta Palang Merah Indonesia (PMI).
Sekretaris Desa Dayeuhkolot, Sunardi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi banjir.
Jika diperlukan, desa akan segera menambah lokasi pengungsian agar warga tetap mendapatkan tempat yang layak.
“Kita akan lihat dulu, kalau hujan terus dan pengungsi bertambah, kemungkinan kita tambah,” ujarnya.
Sementara itu, pihak desa dan PMI terus mendistribusikan makanan dan bantuan lainnya bagi para pengungsi.
Selain menyiapkan pengungsian, pemerintah desa bersama BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan pemantauan debit air Sungai Citarum, yang meluap akibat hujan deras.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan mendirikan posko tanggap darurat. Untuk memastikan bantuan logistik dan layanan kesehatan dapat diberikan dengan cepat.
Petugas juga telah menyiapkan pompa air. Untuk mempercepat proses penyedotan air di beberapa titik yang masih tergenang parah.
Namun, kondisi banjir yang masih tinggi membuat evakuasi warga menjadi tantangan tersendiri.
Warga Dayeuhkolot berharap ada langkah konkret untuk mengatasi banjir tahunan ini. Agar mereka tidak terus-menerus menghadapi situasi darurat setiap musim hujan. (fal)