CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

IHSG Anjlok 7%, BEI Hentikan Perdagangan

pri
18 Maret 2025
IHSG Anjlok 7%, BEI Hentikan Perdagangan

Bursa Efek Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

www.pasjabar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis hingga 7% pada Selasa (18/3/2025), mencapai level 6.084 pada pukul 11.50 WIB. Ini menjadi penurunan terdalam sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menghentikan sementara perdagangan sesi I setelah IHSG lebih dulu turun 5% ke level 6.146,91 pada pukul 11.19 WIB.

Penurunan ini ditandai dengan rontoknya saham-saham bluechip, termasuk sektor perbankan dan perusahaan teknologi besar. Setelah IHSG melemah lebih dari 2%, hampir seluruh saham ikut terseret ke zona merah. Sejumlah faktor domestik menjadi pemicu anjloknya IHSG hari ini.

Defisit APBN dan Penurunan Penerimaan Pajak

Salah satu penyebab utama merosotnya IHSG adalah kondisi fiskal Indonesia yang melemah. Hingga akhir Februari 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, penerimaan negara tercatat sebesar Rp316,9 triliun, turun 20,85% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Baca juga:   Satu Tahun Beroperasi, Kereta Cepat Whoosh Angkut 5,8 Juta Penumpang

Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya setoran pajak yang mengalami kontraksi hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Kepala Perdagangan Ekuitas Mitra Andalan Sekuritas, Arwendy Rinaldi Moechtar, menyebut bahwa situasi ini mencerminkan perlambatan ekonomi yang semakin terasa di dalam negeri.

Isu Mundurnya Sri Mulyani Perparah Tekanan Pasar

Selain tekanan dari sisi fiskal, pasar juga diguncang isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Rumor ini memicu kepanikan investor, terutama investor asing yang menaruh kepercayaan besar pada kebijakan ekonomi yang dijalankan Sri Mulyani.

“Ada rumor mengenai Sri Mulyani yang membuat pasar bergejolak,” ujar Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani.

Sejalan dengan itu, Arwendy Rinaldi Moechtar menambahkan bahwa rumor ini membuat aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia. Namun, Istana Kepresidenan segera membantah isu tersebut. Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan tidak ada pernyataan resmi terkait pengunduran diri Sri Mulyani.

Baca juga:   CDIA Resmi Umumkan IPO, Penawaran Awal Dimulai 19 Juni 2025

Pelemahan Daya Beli Masyarakat Menjadi Sorotan

Faktor lain yang turut menekan IHSG adalah pelemahan daya beli masyarakat, terutama dari kelas menengah. Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyoroti bahwa daya beli masyarakat yang melemah sudah tercermin dalam deflasi tahunan Februari 2025 yang menjadi yang terparah dalam 25 tahun terakhir.

Data neraca perdagangan Februari 2025 memang menunjukkan surplus sebesar US$3,12 miliar, melanjutkan tren surplus selama 58 bulan berturut-turut. Namun, ada anomali dalam data impor barang konsumsi yang justru turun dari US$1,64 miliar di Januari 2025 menjadi US$1,47 miliar di Februari 2025. Penurunan ini mencapai 10,61% secara bulanan dan 20,97% secara tahunan.

Baca juga:   Formula Baru Y.O.U The Radiance White Untuk Wajah Lebih Cerah

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai kondisi ini mencerminkan daya beli yang sangat rendah. “Artinya, permintaan barang dalam negeri sangat minim, bahkan kebutuhan pangan pun tidak perlu dipenuhi melalui impor,” ujarnya.

Pelemahan belanja masyarakat juga terlihat dari data Mandiri Spending Index (MSI) yang mengalami perlambatan menjelang Ramadan, turun ke level 236,2. Ini merupakan anomali karena biasanya Ramadan menjadi puncak konsumsi masyarakat Indonesia. Bahkan, penurunan MSI terakhir kali terjadi pada Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 baru dimulai.

Dengan tekanan ekonomi yang masih kuat, pelaku pasar dan investor kini menantikan kebijakan lanjutan dari pemerintah untuk meredam ketidakpastian dan mengembalikan kepercayaan di pasar modal Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: BEIBursa Efek IndonesiaIHSGIndeks Harga Saham Gabungan


Related Posts

cdia ipo
HEADLINE

CDIA Resmi Umumkan IPO, Penawaran Awal Dimulai 19 Juni 2025

19 Juni 2025
saham ihsg
HEADLINE

Pasar Saham Asia Anjlok, IHSG Tertekan Jelang Pembukaan Kembali

7 April 2025
Perdagangan Bursa 2023 Resmi Dibuka, Prospek Pasar Saham Indonesia Menjanjikan
PASBISNIS

Perdagangan Bursa 2023 Resmi Dibuka, Prospek Pasar Saham Indonesia Menjanjikan

2 Januari 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.