CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 3 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

IHSG Anjlok 7%, BEI Hentikan Perdagangan

pri
18 Maret 2025
IHSG Anjlok 7%, BEI Hentikan Perdagangan

Bursa Efek Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

www.pasjabar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis hingga 7% pada Selasa (18/3/2025), mencapai level 6.084 pada pukul 11.50 WIB. Ini menjadi penurunan terdalam sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menghentikan sementara perdagangan sesi I setelah IHSG lebih dulu turun 5% ke level 6.146,91 pada pukul 11.19 WIB.

Penurunan ini ditandai dengan rontoknya saham-saham bluechip, termasuk sektor perbankan dan perusahaan teknologi besar. Setelah IHSG melemah lebih dari 2%, hampir seluruh saham ikut terseret ke zona merah. Sejumlah faktor domestik menjadi pemicu anjloknya IHSG hari ini.

Defisit APBN dan Penurunan Penerimaan Pajak

Salah satu penyebab utama merosotnya IHSG adalah kondisi fiskal Indonesia yang melemah. Hingga akhir Februari 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, penerimaan negara tercatat sebesar Rp316,9 triliun, turun 20,85% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Baca juga:   Film "Badarawuhi di Desa Penari" Akan Tayang di Amerika

Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya setoran pajak yang mengalami kontraksi hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Kepala Perdagangan Ekuitas Mitra Andalan Sekuritas, Arwendy Rinaldi Moechtar, menyebut bahwa situasi ini mencerminkan perlambatan ekonomi yang semakin terasa di dalam negeri.

Isu Mundurnya Sri Mulyani Perparah Tekanan Pasar

Selain tekanan dari sisi fiskal, pasar juga diguncang isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Rumor ini memicu kepanikan investor, terutama investor asing yang menaruh kepercayaan besar pada kebijakan ekonomi yang dijalankan Sri Mulyani.

“Ada rumor mengenai Sri Mulyani yang membuat pasar bergejolak,” ujar Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani.

Sejalan dengan itu, Arwendy Rinaldi Moechtar menambahkan bahwa rumor ini membuat aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia. Namun, Istana Kepresidenan segera membantah isu tersebut. Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan tidak ada pernyataan resmi terkait pengunduran diri Sri Mulyani.

Baca juga:   Antre Warga Mengular Saat Pencairan BLT Rp900 Ribu di Mandalawangi

Pelemahan Daya Beli Masyarakat Menjadi Sorotan

Faktor lain yang turut menekan IHSG adalah pelemahan daya beli masyarakat, terutama dari kelas menengah. Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyoroti bahwa daya beli masyarakat yang melemah sudah tercermin dalam deflasi tahunan Februari 2025 yang menjadi yang terparah dalam 25 tahun terakhir.

Data neraca perdagangan Februari 2025 memang menunjukkan surplus sebesar US$3,12 miliar, melanjutkan tren surplus selama 58 bulan berturut-turut. Namun, ada anomali dalam data impor barang konsumsi yang justru turun dari US$1,64 miliar di Januari 2025 menjadi US$1,47 miliar di Februari 2025. Penurunan ini mencapai 10,61% secara bulanan dan 20,97% secara tahunan.

Baca juga:   Satu Sehat Mobile dan Mobile JKN, Apa yang Membedakan?

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai kondisi ini mencerminkan daya beli yang sangat rendah. “Artinya, permintaan barang dalam negeri sangat minim, bahkan kebutuhan pangan pun tidak perlu dipenuhi melalui impor,” ujarnya.

Pelemahan belanja masyarakat juga terlihat dari data Mandiri Spending Index (MSI) yang mengalami perlambatan menjelang Ramadan, turun ke level 236,2. Ini merupakan anomali karena biasanya Ramadan menjadi puncak konsumsi masyarakat Indonesia. Bahkan, penurunan MSI terakhir kali terjadi pada Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 baru dimulai.

Dengan tekanan ekonomi yang masih kuat, pelaku pasar dan investor kini menantikan kebijakan lanjutan dari pemerintah untuk meredam ketidakpastian dan mengembalikan kepercayaan di pasar modal Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: BEIBursa Efek IndonesiaIHSGIndeks Harga Saham Gabungan


Related Posts

cdia ipo
HEADLINE

CDIA Resmi Umumkan IPO, Penawaran Awal Dimulai 19 Juni 2025

19 Juni 2025
saham ihsg
HEADLINE

Pasar Saham Asia Anjlok, IHSG Tertekan Jelang Pembukaan Kembali

7 April 2025
Perdagangan Bursa 2023 Resmi Dibuka, Prospek Pasar Saham Indonesia Menjanjikan
PASBISNIS

Perdagangan Bursa 2023 Resmi Dibuka, Prospek Pasar Saham Indonesia Menjanjikan

2 Januari 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

persaingan Arsenal vs Man City
HEADLINE

Persaingan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Manchester City, Siapa Lebih Cepat Juara?

3 Mei 2026

# persaingan Arsenal vs Man City BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Persaingan gelar Premier League musim 2025/2026 semakin mendebarkan...

ole romeny oxford united

Oxford United Terdegradasi, Nasib Ole Romeny Jadi Sorotan

3 Mei 2026
elkan baggott premier league

Elkan Baggott Siap Tampil di Premier League! Ipswich Town Promosi, Bek Timnas Indonesia Ukir Sejarah

3 Mei 2026
Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026

Highlights

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

Studi Ungkap Hiu Paus Migrasi Lintasi 13 Negara Indo-Pasifik

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.