WWW.PASJABAR.COM – Apple dikabarkan tengah berupaya mengembalikan pengembangan Apple Intelligence ke jalur yang tepat, setelah sejumlah kendala teknis dan strategi memperlambat pencapaiannya.
Upaya ini diawali dengan membangun ulang Siri sebagai fondasi utama kecerdasan artifisial generatif mereka.
Dilansir The Verge, Senin (19/5/2025), dilansir dari Antara, informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis senior Bloomberg, Mark Gurman.
Ia menyebut bahwa Apple kini mengadopsi pendekatan baru dengan mengembangkan Siri secara menyeluruh menggunakan teknologi Large Language Model (LLM).
Sebelum Apple Intelligence resmi diperkenalkan, Apple telah merancang model LLM secara internal dengan sebutan LLM Siri.
Namun, upaya sebelumnya untuk menyatukan AI dengan asisten digital Siri kerap mengalami hambatan. Termasuk keterlambatan perilisan sejumlah fitur penting.
Kini, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu memutuskan untuk tak sekadar mengintegrasikan AI generatif ke dalam sistem Siri lama.
Sebaliknya, mereka membangun arsitektur baru Siri yang sepenuhnya ditopang oleh mesin berbasis LLM — sebuah langkah signifikan yang menandai pergeseran besar dalam strategi pengembangan AI Apple.
Langkah ini juga sejalan dengan laporan sebelumnya pada November 2024, yang menyebut Apple tengah mengembangkan Siri. Agar lebih akurat dalam menyampaikan informasi dan lebih cerdas dalam pengelolaan data.
Salah satu pendekatan yang ditempuh adalah dengan memanfaatkan privasi diferensial dan pemrosesan data di perangkat (on-device processing). Untuk meningkatkan performa AI tanpa mengorbankan privasi pengguna.
Apple disebut menggunakan data dari perangkat iPhone untuk menyintesis informasi. Seperti bahasa yang diambil dari email pengguna. Dan hanya mengirimkan data yang telah diproses (disintesis) kembali ke server untuk pelatihan AI.
Ini menjadi bentuk kompromi antara kualitas AI dan perlindungan data pribadi.
Siri Jadi Fondasi Utama
Menariknya, Apple juga mempertimbangkan untuk menjadikan Siri sebagai alat pencarian web berbasis AI. Mirip dengan Perplexity — perusahaan yang kabarnya sempat didekati Apple untuk bekerja sama dalam fitur pencarian Safari.
Versi LLM Siri nantinya diharapkan mampu menjelajahi web dan menyintesis informasi dari berbagai sumber secara otomatis.
Namun di balik transformasi ini, muncul perubahan signifikan dalam struktur tim internal Apple.
Kepala divisi AI, John Giannandrea, dikabarkan tidak lagi dilibatkan secara langsung dalam pengembangan Siri dan proyek robotika sejak musim semi lalu.
Menurut Gurman, tanggung jawab Giannandrea akan dialihkan meskipun ia tetap bertahan di perusahaan.
Secara umum, pengembangan ulang Apple Intelligence ini disebabkan oleh beberapa faktor utama.
Keterlambatan investasi besar di bidang AI pada tahap awal, tertinggal dari kompetitor seperti ChatGPT dan Google. Serta ketidaksesuaian arsitektur Siri lama dengan sistem baru berbasis LLM. Yang justru menimbulkan lebih banyak tantangan teknis saat digabungkan.
Dengan pembaruan strategi ini, Apple berharap dapat mengejar ketertinggalannya di bidang AI. Dan menjadikan Siri sebagai asisten digital yang benar-benar cerdas, responsif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini. (han)












