BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Isman Hidayat resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dari Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor.
Sidang Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas tersebut digelar di Ruang Sidang Lantai 6, Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung, pada Kamis (22/5/2025).
Dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., Isman memaparkan disertasi. Berjudul “Strategi Penguatan Kelembagaan Bursa Kerja Khusus Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Tangerang.”
Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si. Dengan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si. Dan Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si.
Tujuan dan Hasil Disertasi

Dalam paparannya, Isman menjelaskan bahwa penelitiannya bertujuan untuk mengetahui peran Bursa Kerja Khusus (BKK). Dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK di Kabupaten Tangerang.
Serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefektifan penyerapan tenaga kerja oleh Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).
Penelitian ini juga merumuskan strategi paling efektif dalam meningkatkan peran BKK di lingkungan SMK.
Penelitian menggunakan pendekatan teori penguatan kapasitas Grindle & Hilderbrand (1995) yang mencakup tiga dimensi utama. Pengembangan individu, penguatan organisasi, dan reformasi institusi.
Metodologi yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi yang tepat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan BKK di SMK memiliki peran signifikan dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri.

Namun, terdapat sejumlah persoalan yang menghambat efektivitasnya. Antara lain rendahnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan BKK SMK, lemahnya struktur organisasi. Belum optimalnya reformasi kelembagaan, serta kurangnya penyertaan teknologi informasi dalam operasional BKK.
Strategi dan Harapan
Strategi efektif yang diusulkan antara lain penguatan kapasitas kelembagaan BKK melalui pengembangan individu, reformasi sistem, penguatan organisasi. Dan penyertaan teknologi informasi secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Penelitian ini kami lakukan dalam rangka penguatan kelembagaan Bursa Kerja Khusus atau BKK di SMK Kabupaten Tangerang. Hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa peran BKK masih sangat lemah, padahal memiliki posisi strategis. Dalam menjembatani lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri,” ungkap Isman ketika diwawancarai usai sidang.
Isman berharap, hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi secara akademik maupun praktis.
“Harapan dari kami setelah menyelesaikan studi ini adalah bagaimana kontribusi dari hasil penelitian ini. Secara akademik maupun praktis, bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi di lembaga BKK. Kami juga berharap ini jadi masukan bagi instansi-instansi terkait untuk merumuskan strategi terbaik,” ujarnya.
Isman dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 dan meraih yudisium sangat memuaskan. Ia menjadi lulusan ke-287 dari Program Pascasarjana Unpas.

Sebagai penutup, Isman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada civitas akademika Unpas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pascasarjana Unpas bidang Ilmu Administrasi Publik yang sudah memberikan kesempatan untuk belajar di sini. Dosen-dosennya luar biasa dan punya kualitas yang sangat baik. Ke depan, kami tentu akan mempromosikan Pascasarjana Unpas kepada teman-teman. Khususnya para kepala sekolah di Banten dan Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Unpas sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki kapasitas untuk terus berkembang seiring perubahan zaman.
“Unpas memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, sehingga sangat layak menjadi tempat studi lanjutan bagi para pendidik dan praktisi di bidang kebijakan publik maupun sosial,” pungkasnya. (han)












