Bandung, www.pasjabar.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sepanjang hari mengakibatkan bencana di kawasan Cidadap. Sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlokasi di Gang Sukarisi ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai yang meluap.
Kejadian ini sempat direkam warga sekitar dan menyebar luas di media sosial.
Bangunan sekolah terlihat roboh total, materialnya hanyut dan sebagian lainnya menyumbat aliran sungai.
Luapan air diketahui merupakan kiriman dari wilayah Lembang yang memang berada di ketinggian dan kerap mengalir deras ke hilir saat hujan intens.
Tidak Ada Aktivitas Belajar, Kepala Sekolah Pastikan Tak Ada Korban
Kabar baiknya, saat insiden terjadi tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Kepala Sekolah PAUD Al-Hadi, Teti, mengonfirmasi bahwa sekolah dalam kondisi kosong.
“Memang sebelumnya sudah terlihat ada keretakan di bagian kirmir yang menopang bangunan, jadi kami waspada,” ungkapnya.
Teti menambahkan, pihak sekolah sempat mengantisipasi risiko tersebut sejak beberapa hari sebelumnya karena intensitas hujan yang tinggi.
Keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar menjadi langkah tepat yang kemungkinan besar menyelamatkan nyawa para siswa dan guru.
Warga Evakuasi Barang, Butuh Bantuan Pemerintah
Usai kejadian, warga sekitar langsung bergotong royong mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan.
Namun, sebagian besar material bangunan kini masih menumpuk di aliran sungai dan berpotensi menghambat arus air lebih lanjut, bahkan memicu banjir susulan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti kehadiran bantuan dari instansi terkait.
Mereka berharap dinas kebersihan dan dinas pekerjaan umum Kota Bandung segera turun tangan untuk membersihkan sisa material dan mengantisipasi bencana susulan.
Perbaikan Infrastruktur jadi Prioritas
Musibah robohnya bangunan sekolah PAUD di Cidadap menjadi peringatan keras tentang pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.
Selain diperlukan langkah cepat dari pemerintah, perbaikan infrastruktur seperti kirmir dan sistem drainase juga harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang. (Uby)












