Jakarta, 10 Juni 2025, www.pasjabar.com – DEFEND ID, holding BUMN industri pertahanan yang terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk serta PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL Indonesia, dan PT Dahana, siap memamerkan inovasi terkini dalam Indo Defence 2024 Expo & Forum pada 11-14 Juni 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Booth DEFEND ID berlokasi di Hall A279 dan akan diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sinergi untuk Kemandirian Pertahanan Nasional
Mengusung tema “Strong, Independent, Competitive”, DEFEND ID menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri pertahanan nasional melalui alih teknologi, pengembangan bersama, dan peningkatan daya saing global.
Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D, Direktur Utama PT Len Industri sekaligus DEFEND ID, menyatakan:
“Kami bertekad membawa Indonesia masuk dalam 50 besar industri pertahanan dunia. Indo Defence 2024 menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat pasar dalam negeri.”
Inovasi Unggulan dari DEFEND ID
1. PT Len Industri: Integrator Sistem Pertahanan Modern
-
Len Navysys Intercom M2 & NCS Link ID: Sistem komunikasi berbasis network-centric warfare.
-
Motor Listrik SPRINT Len: Solusi mobilitas cepat dan ramah lingkungan untuk operasi militer.
-
Becak Listrik Len: Inovasi transportasi urban berkelanjutan yang mendapat perhatian Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
-
UAV (Wulung & MALE): Untuk pengintaian dan pengumpulan data strategis.
2. PT Pindad: Kekuatan Senjata & Kendaraan Tempur
-
Senjata: SS3-M1, SPS-1 (anti-drone), SM5-A1, hingga Remote Controlled Weapon Station (RCWS).
-
Amunisi: Kaliber kecil hingga besar, termasuk munisi bawah air dan bom MK81 RI live.
-
Kendaraan Listrik “Pandu” 4×4: Bertenaga baterai NMC dengan kecepatan 100 km/jam dan jarak tempuh 400 km.
3. PT Dirgantara Indonesia (PTDI): Superioritas Dirgantara
-
Pesawat CN235-220 & Helikopter Bell 412: Untuk misi Anti-Submarine Warfare (ASW).
-
Roket FFAR & WAFAR: Sistem senjata udara presisi tinggi.
-
UAV Wulung & MALE: Telah bersertifikasi IDAA untuk operasi intelijen.
4. PT PAL Indonesia: Penguasaan Teknologi Maritim
-
Kapal Perang: LPD 163, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), KCR, Frigate, dan kapal selam Scorpene.
-
Sistem Integrator: Penguasaan teknologi Sewaco (Sensor, Weapon, & Command System).
5. PT Dahana: Energi Tinggi & Sistem Peledakan
-
RAJATA (Drone Kamikaze) & Rudal Merapi: Untuk misi presisi.
-
Propelan Double Base: Untuk kebutuhan amunisi dan roket.
Target & Strategi ke Depan
DEFEND ID tidak hanya fokus pada ekspor, tetapi juga memenuhi kebutuhan modernisasi Alutsista TNI dan memperkuat rantai pasok industri pertahanan nasional.
“Dengan kolaborasi dan inovasi, DEFEND ID siap menjadi tulang punggung industri pertahanan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global,” tegas Prof. Joga. (Jbe)












