BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Polemik pemberian bonus untuk tim Persib Bandung dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum juga mereda.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menegaskan penolakan terhadap bonus tersebut. Bonus itu sebelumnya dikumpulkan secara sukarela dari para ASN.
Umuh menyatakan, keputusan pengembalian uang dilakukan karena bonus yang diberikan tidak sesuai dengan janji awal. Ia pun langsung mengembalikan dana tersebut ke pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa jumlah bonus yang diserahkan kepada manajemen Persib jauh dari target semula.
Awalnya, bonus yang dijanjikan kepada Persib mencapai Rp1 miliar. Namun, saat diserahkan pada awal Juni lalu, dana yang berhasil dikumpulkan hanya sebesar Rp356 juta.
Menurut Herman, dana tersebut dikumpulkan secara sukarela dari para ASN dan bukan bersumber dari anggaran kedinasan.
“Kami mohon maaf atas ketidaksesuaian jumlah yang diberikan. Dana ini murni hasil gotong royong ASN yang ingin memberikan apresiasi, bukan dari dana resmi kedinasan,” ujar Herman Suryatman.
Diketahui, persoalan ini juga menjadi lebih sensitif karena adanya latar belakang konflik pribadi antara Herman Suryatman dan Wakil Gubernur Jawa Barat sebelumnya, Erwan Setiawan, yang merupakan putra dari Umuh Muchtar.
Erwan sempat menuding Herman telah melampaui kewenangannya sebagai Sekda dan mengambil peran Wakil Gubernur dalam beberapa kebijakan.
Dengan polemik ini, baik pihak Persib maupun Pemprov Jabar diharapkan dapat segera menyelesaikan permasalahan secara terbuka dan proporsional. Demi menjaga keharmonisan antara lembaga dan apresiasi publik terhadap prestasi olahraga. (uby)












