www.pasjabar.com — Kekalahan menyakitkan harus diterima Timnas Wanita Indonesia saat menghadapi Pakistan dalam laga kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026, Rabu (2/7) malam WIB. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Garuda Pertiwi kalah 0-2, dan kini peluang mereka untuk melaju ke putaran final di Australia makin tipis.
Blunder Awal dan Gol Cepat Hancurkan Konsentrasi
Laga baru berjalan delapan menit, namun gawang Indonesia sudah kebobolan akibat gol bunuh diri Gea Yumanda yang bermula dari umpan silang Nadia Khan. Bencana berlanjut saat Suha Hirani mencetak gol kedua lewat titik penalti di menit ke-19.
Pelatih kepala Satoru Mochizuki menyebut kekalahan ini tak lepas dari kesalahan teknis mendasar seperti passing yang buruk dan kontrol bola yang lemah.
“Kami enggak bisa mengambil alur pertandingan, karena tidak bisa menjalankan bola dengan baik, dengan kesalahan-kesalahan dasar yang dilakukan,” ujar Mochizuki dalam sesi konferensi pers usai laga.
Posisi di Klasemen Tak Menguntungkan, Nasib Indonesia di Ujung Tanduk
Indonesia kini duduk di peringkat ketiga klasemen Grup D, walau secara poin sejajar dengan Pakistan. Sayangnya, kekalahan head-to-head membuat Garuda Pertiwi tertinggal. Di posisi puncak, Taiwan (China Taipei) memimpin dengan enam poin penuh usai menundukkan Kirgistan 3-0.
Situasi ini membuat peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2026 makin berat, meski secara matematis masih terbuka. Mochizuki menegaskan timnya akan terus berjuang untuk menebus kesalahan dan menjaga nama baik Indonesia.
“Kami ingin mempersiapkan diri, walaupun kemungkinannya kecil, tapi kami tetap ingin siap ke depannya. Kami enggak ingin tertunduk di sini,” tegas Mochizuki.
Laga Penentuan Kontra Taiwan Jadi Ujian Terakhir
Harapan terakhir Indonesia akan dipertaruhkan saat menghadapi pemuncak klasemen China Taipei pada Sabtu (5/7) malam WIB. Laga itu diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim yang ingin bangkit dan menunjukkan perlawanan setelah kekalahan mengecewakan ini.
Dengan semangat pantang menyerah dan evaluasi menyeluruh, masih ada peluang bagi Garuda Pertiwi untuk memperbaiki keadaan — meskipun tipis.












