www.pasjabar.com — Masa depan Alejandro Garnacho di Manchester United kian tidak jelas. Winger muda asal Argentina itu disebut sudah tidak masuk dalam rencana pelatih Ruben Amorim.
Bahkan, Garnacho sempat tidak diikutsertakan dalam tur pramusim MU di Amerika Serikat dan juga tidak dibawa dalam laga pembuka Premier League melawan Arsenal.
Situasi ini semakin memperkuat rumor bahwa ia akan segera meninggalkan Old Trafford.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Chelsea menjadi klub terdepan dalam perburuan tanda tangan Alejandro Garnacho.
Namun, Bayern Munich juga mencoba mengambil kesempatan dengan menyiapkan tawaran resmi. Meski begitu, sang pemain dikabarkan lebih condong memilih The Blues.
Bayern Munich Siap Serobot Transfer Garnacho
Raksasa Bundesliga, Bayern Munich, ternyata tidak tinggal diam. Mereka menaruh minat besar pada Garnacho dan siap menyalip Chelsea dalam perburuan.
Hanya saja, langkah Die Roten kemungkinan tidak berjalan mulus karena Garnacho telah lebih dulu menolak tawaran mereka.
Chelsea memang masih jadi favorit. Klub London tersebut menyiapkan dana besar sekitar £50 juta (Rp 1,1 triliun) untuk mendatangkan Garnacho.
Meski begitu, persaingan ketat di lini depan Stamford Bridge bisa menjadi tantangan tersendiri bagi winger berusia 20 tahun itu.
Hubungan Panas Garnacho dan Amorim

Perselisihan antara Garnacho dan Ruben Amorim menjadi salah satu faktor utama di balik kepergiannya.
Ketegangan mulai muncul usai final Liga Europa, ketika Garnacho hanya dimainkan sebagai pengganti pada menit ke-71 melawan Tottenham.
Sejak saat itu, ia lebih sering dipinggirkan dan bahkan berlatih terpisah dari skuad utama.
Kondisi ini membuat Garnacho berada di persimpangan jalan. Ia butuh klub baru untuk menyelamatkan kariernya, sementara Manchester United juga diyakini siap melepasnya demi menjaga keharmonisan ruang ganti.
Kritik Tajam dari Nicky Butt
Legenda Manchester United, Nicky Butt, ikut menyoroti perilaku Garnacho. Ia menilai pemain muda itu masih kurang dewasa dan tidak profesional.
“Amorim benar. Garnacho punya sikap yang salah. Baru-baru ini ia bahkan membuat tato sambil vaping. Dia pemain bagus, tapi belum superstar atau pemain kelas dunia yang akan benar-benar dirindukan,” kata Butt.
Komentar keras tersebut menegaskan bahwa masalah utama Garnacho bukan hanya soal performa di lapangan, melainkan juga mentalitas di luar pertandingan.
Kini, tinggal menunggu apakah ia benar-benar akan memilih Chelsea atau justru berubah arah ke Bayern Munich.












