www.pasjabar.com — Nasib Timnas Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa kini berada di ujung tanduk. Gli Azzurri harus berharap pada “keajaiban” jika ingin finis sebagai juara Grup I dan lolos otomatis ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
Skuad besutan Gennaro Gattuso kini berada di posisi kedua klasemen sementara, tertinggal jauh dari Norwegia yang tampil luar biasa. Erling Haaland dan kolega sukses menyapu bersih enam laga dengan kemenangan, mencetak 29 gol dan hanya kebobolan tiga kali — torehan luar biasa dengan selisih gol +26.
Sementara itu, Italia baru mengantongi 12 poin dari lima pertandingan, dengan selisih gol +7. Artinya, meski masih punya satu laga lebih sedikit, jarak antara kedua tim terasa seperti jurang yang sulit dijembatani.
Misi Mustahil: Menang Terus dan Harap Cuan dari Estonia
Secara matematis, Italia masih bisa menyalip Norwegia — tapi syaratnya berat. Mereka harus menang di semua laga tersisa, yakni melawan Israel (14/10), Moldova (13/11), dan Norwegia (16/11) di San Siro. Itu saja belum cukup. Gli Azzurri juga harus berharap Estonia mampu menahan imbang Norwegia di Oslo pada 13 November mendatang.
Masalahnya, skenario itu terdengar nyaris mustahil. Estonia adalah tim lemah di Grup I dan hanya menempati peringkat 129 dunia, bahkan lebih rendah dari Indonesia (119). Meski sempat menyulitkan Norwegia di pertemuan pertama dengan kekalahan tipis 0–1, peluang mencuri poin di kandang The Vikings tetap tipis.
Play-off Jadi Jalan Paling Realistis untuk Timnas Italia
Media top Italia seperti La Gazzetta dello Sport sudah menyebut bahwa target realistis Gli Azzurri kini hanyalah mengejar posisi runner-up dan mengamankan tiket play-off. Namun bahkan jalur itu pun belum pasti, karena Israel yang kini mengoleksi 9 poin masih punya peluang menyalip Italia.
Gattuso pun menyadari kondisi genting tersebut. “Kami tidak bisa main-main. Sampai matematika mengatakan kami lolos, kami harus terus berjuang. Kami butuh poin dan konsentrasi penuh,” ujar sang legenda AC Milan itu tegas.
Bayangan Kelam Dua Gagal Piala Dunia
Italia tentu tidak ingin mengulang tragedi pahit sebelumnya. Mereka dua kali gagal lolos ke Piala Dunia secara beruntun—pada edisi 2018 (disingkirkan Swedia) dan 2022 (dikalahkan Makedonia Utara)—semuanya lewat babak play-off.
Kini, publik Italia hanya bisa berharap sejarah tidak berulang. Dengan situasi yang semakin genting, Gattuso dan pasukannya dituntut tampil sempurna di tiga laga terakhir. Sebab, kalau bukan keajaiban, hanya kerja keras total yang bisa menyelamatkan mimpi Italia ke Piala Dunia 2026.












