www.pasjabar.com — Rumor kepindahan Son Heung-min ke AC Milan bukan hanya menarik dari sisi teknis sepak bola, tetapi juga berpotensi menghadirkan dampak ekonomi besar-besaran bagi Rossoneri. Jika transfer ini benar terjadi, Milan bisa menikmati dampak ekonomi dan branding global yang mirip seperti era David Beckham pada 2009 silam.
Kehadiran Son — salah satu atlet Asia paling populer di dunia — bisa memperluas jangkauan pasar AC Milan ke kawasan Asia Timur dan Amerika Utara, dua wilayah dengan potensi finansial dan basis penggemar yang luar biasa besar.
Efek Global: Milan Bisa “Meledak” di Pasar Asia
Son Heung-min merupakan ikon sepak bola Asia modern. Di Korea Selatan, Jepang, hingga Asia Tenggara, namanya punya daya tarik yang sebanding dengan K-pop atau brand global.
Jika Milan berhasil mengamankan tanda tangan Son, efeknya akan langsung terasa. Penjualan merchandise, jersey resmi, hingga hak siar televisi di pasar Asia diyakini bakal melonjak signifikan.
Contohnya, saat Son masih di Tottenham Hotspur, penjualan jersey klub melonjak hampir 40% di Asia setelah debutnya di Premier League. Sponsor asal Korea seperti LG, Kia, dan Samsung pun mulai aktif menanamkan investasi di sepak bola Eropa.
Langkah Milan ini bisa mengulang pola yang sama — menjadikan klub Italia itu pusat perhatian baru di Asia.
Dampak Ekonomi Peningkatan Sponsor & Pendapatan Digital
Masuknya Son juga diyakini akan menarik sponsor baru bagi AC Milan, terutama dari sektor teknologi, e-commerce, dan otomotif Asia.
Selain itu, Milan bisa memperkuat ekspansi digital mereka di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram berbahasa Korea.
Kehadiran Son secara alami akan meningkatkan engagement rate akun resmi Milan di media sosial, serta memperluas jangkauan konten ke jutaan penggemar Asia dan diaspora Korea di Amerika.
Skenario ini persis seperti yang dialami Manchester United ketika meminjamkan Beckham ke LA Galaxy, di mana nilai pasar klub meningkat signifikan karena basis penggemar global yang meluas.
Dampak di Lapangan: Simbiosis Teknis dan Promosi
Secara teknis, Son tetap menjadi pemain berpengaruh. Di usia 33 tahun, ia masih produktif — mencetak 9 gol dan 3 assist dari 10 laga bersama LAFC.
Bersama Milan, Son bukan hanya bisa memperkuat sektor serangan, tetapi juga menjadi ikon promosi global bagi Serie A, yang sedang berupaya mengembalikan pamor internasionalnya.
Serie A dalam beberapa tahun terakhir memang kalah pamor dari Premier League dan La Liga. Kedatangan bintang sekelas Son bisa menjadi angin segar untuk citra liga Italia di pasar Asia.
Efek Domino Dampak Ekonomi: Serie A Bisa Bangkit di Pasar Dunia
Jika transfer ini benar terwujud, bukan cuma Milan yang diuntungkan. Serie A secara keseluruhan akan memperoleh perhatian global baru, terutama di Korea Selatan dan kawasan Asia.
Analis bisnis olahraga menilai, Milan bisa meniru langkah klub-klub Premier League yang memanfaatkan kehadiran pemain Asia sebagai strategi ekspansi pasar.
Dengan kata lain, kehadiran Son bisa menjadi “gerbang ekonomi baru” bagi sepak bola Italia.












