BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Curah hujan tinggi sejak subuh mengakibatkan tembok penahan tebing (TPT) setinggi sekitar lima meter ambruk di kawasan Cilame, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (21/11/2025) pagi.
Material longsor menerjang permukiman warga, merusak dua rumah, serta menimbun tiga unit sepeda motor yang berada tak jauh dari lokasi.
Peristiwa TPT ambruk yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu berlangsung cepat dan memicu kepanikan. Warga yang tengah bersiap menjalani aktivitas pagi berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara ambruk yang keras dari arah tebing.
Tidak ada korban jiwa, namun seorang bocah perempuan yang saat kejadian sedang tertidur sempat tertimbun material longsor. Korban berhasil dievakuasi warga dan hanya mengalami luka ringan sebelum dibawa ke klinik terdekat.
Warga menyebut hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari dua jam tanpa henti. Kondisi itu membuat tanah tidak mampu menahan tekanan air, terlebih saluran air di atas tebing diduga tersumbat sehingga beban air mengarah ke dinding TPT.
Tanah Labil dan Saluran Tersumbat Jadi Pemicu
Ketua RW setempat, Karwan, mengatakan bahwa runtuhan terjadi sangat cepat dan tanpa tanda-tanda mencolok.
“Kami hanya mendengar suara gemuruh besar. Warga langsung panik dan keluar rumah karena material longsor sudah mengenai beberapa rumah,” ujarnya.
Petugas lapangan BPBD Bandung Barat, Suheri, menyebut kondisi tanah di lokasi memang sudah labil sejak beberapa waktu terakhir.
“Intensitas hujan yang tinggi memperburuk kondisi tebing. Aliran air yang tersumbat membuat tekanan meningkat dan akhirnya TPT tidak kuat menahan beban,” katanya.
BPBD mencatat dua rumah mengalami rusak berat akibat longsor. Sebanyak lima kepala keluarga atau 18 jiwa terpaksa diungsikan untuk menghindari risiko longsor susulan. Suheri menegaskan bahwa potensi pergerakan tanah masih ada karena struktur tanah belum stabil sepenuhnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal dekat tebing harus lebih berhati-hati,” tuturnya. (uby)












