www.pasjabar.com — Setelah sempat diganggu badai cedera sejak kepindahannya ke Manchester United pada musim panas 2023, gelandang serang Mason Mount kini mulai menunjukkan konsistensi dan ketajaman. bahkan disebut jika ini adalah Mason Mount Versi Terbaik di Manchester United.
Kontribusi terbarunya adalah satu gol apik yang membantu Manchester United menghancurkan Wolves 4-1 dalam lanjutan Liga Inggris, Selasa (9/12) dini hari WIB.
Gol tersebut menambah koleksi Mount menjadi tiga gol dari 12 penampilan musim ini.
Performa yang semakin membaik ini memicu pertanyaan, apakah The Red Devils kini menyaksikan versi terbaik dari sang gelandang yang berusia 26 tahun tersebut?
Pulih dari Cedera, Konsisten, Mason Mount Versi Terbaik Manchester United
Kepindahan Mason Mount dari Chelsea ke Manchester United sempat diwarnai periode sulit.
Cedera betis, hamstring, dan lutut silih berganti menggerogoti fisiknya, menghambat integrasinya dalam skuad.
Namun, di musim 2025/2026 ini, Mount tampak mulai menemukan kembali ritme permainannya setelah pulih total.
Konsistensi permainannya belakangan ini, ditandai dengan kontribusi gol dan assist, menunjukkan bahwa ia sudah siap bersaing secara reguler di bawah arahan Manajer Ruben Amorim.
Pandangan Amorim: Kontribusi Lebih dari Sekadar Angka
Manajer Ruben Amorim memberikan pandangan yang lebih dalam mengenai kembalinya Mount ke performa terbaik.
Menurut Amorim, kehadiran Mount di lapangan jauh lebih penting daripada hanya sekadar angka yang tertera di papan skor.
“Penampilannya bukan cuma soal mencetak gol. Yang terpenting adalah bagaimana Mount bisa menyatu dalam permainan, dari bertahan, menyerang, serta kualitas tekniknya. Dia tidak harus banyak menyentuh bola,” jelas Amorim, dilansir dari BBC.
Amorim juga menekankan etos kerja keras Mount dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan kebutuhan tim, bahkan ketika ia harus memulai dari bangku cadangan.
“Dia adalah pemain yang bagus dan bekerja keras. Terkadang, dia tahu kalau bisa main bagus justru dari bangku cadangan (sebagai pemain pengganti),” tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Pandangan ini menunjukkan bahwa Mount memainkan peran taktis vital dalam skema The Red Devils, bukan hanya sebagai pencetak gol.
Target Pribadi Mount: Fokus Bekerja Keras
Ketika ditanya langsung mengenai penampilannya yang konsisten dan apakah ini bisa disebut sebagai versi terbaiknya, Mason Mount memberikan jawaban yang fokus dan merendah.
Ia memilih untuk tidak terpaku pada predikat tersebut.
“Setiap saya bermain, saya tentu mau tampil sebaik mungkin,” tegasnya.
Mount mengakui periode sulit yang telah ia lalui akibat cedera. Namun kini, ia hanya fokus menatap ke depan.
“Saya sempat melewati masa sulit, tapi kini saya siap untuk tampil terus lebih baik di setiap laga. Saya fokus untuk membantu tim dan terus bekerja, itu saja,” tutup Mount, menegaskan bahwa tujuannya adalah selalu memberikan yang terbaik bagi tim.
Dengan performa yang kian menanjak, kembalinya Mason Mount di saat krusial ini tentu menjadi angin segar bagi Manchester United yang sedang berjuang menembus zona Liga Champions.










