MILAN, WWW.PASJABAR.COM – Manajemen AC Milan akhirnya bisa bernapas lega di penghujung tahun 2025. Klub raksasa Italia tersebut secara resmi mengakhiri kerja sama dengan striker asal Belgia, Divock Origi, pada Senin (22/12/2025).
Keputusan ini mengakhiri drama panjang sang pemain yang dianggap sebagai salah satu rekrutan terburuk dalam sejarah modern I Rossoneri.
Meski kontraknya hanya tersisa enam bulan lagi, pemutusan kontrak ini tetap menjadi langkah strategis bagi keuangan klub.
Dengan kesepakatan ini, AC Milan berhasil menyelamatkan dana sekitar 2 juta euro atau setara Rp40 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk sisa gaji Origi.
Perjalanan Mengecewakan Eks Bintang Liverpool
Divock Origi didatangkan Milan dari Liverpool pada musim panas 2022 dengan ekspektasi tinggi.
Namun, pemain kelahiran 1995 tersebut gagal total memenuhi harapan. Pada musim perdana (2022-2023), ia hanya mampu membukukan 2 gol dari 36 pertandingan.
Nasibnya tidak membaik saat dipinjamkan ke Nottingham Forest pada musim 2023-2024, di mana ia hanya mencetak satu gol dari 22 penampilan.
Sekembalinya ke San Siro, Origi justru menjadi pemain yang “makan gaji buta” (magabut) karena tidak masuk dalam skema pelatih utama maupun tim Milan Futuro.
Perbandingan Gaji yang Ironis: Lebih Mahal dari Modric dan Rabiot
Fakta yang paling menyesakkan bagi Milan adalah besaran gaji Origi yang mencapai 4 juta euro per tahun.
Angka ini menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di klub, padahal ia praktis tidak pernah bermain untuk AC Milan sejak Mei 2023.
Sebagai perbandingan, dua pilar lini tengah yang saat ini tak tergantikan, Luka Modric dan Adrien Rabiot, masing-masing hanya menerima gaji 3,5 juta euro per tahun.
Ironisnya, pemain yang rajin berlatih sendirian di Roma dan Florence tersebut dibayar lebih mahal daripada para bintang utama tim.
Kesepakatan Pemutusan Kontrak dan “Pesangon” Terakhir
Berdasarkan laporan La Gazzetta, AC Milan dan Origi mencapai kesepakatan untuk menghentikan kerja sama lebih awal.
Milan dilaporkan masih berbaik hati memberikan “pesangon” dengan membayar kurang dari setengah sisa gaji enam bulan terakhirnya.
Langkah ini dianggap sebagai solusi terbaik daripada terus membayar penuh gaji pemain yang bahkan tidak berlatih di markas resmi klub, Milanello.
Dengan kepergian Origi, ruang anggaran gaji Milan kini lebih sehat untuk bergerak di bursa transfer Januari mendatang.












