BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Gedung Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang Pajajaran menjadi saksi bisu sengitnya persaingan antar-fakultas dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ke-65 Universitas Pasundan (Unpas).
Pada Jumat (9/1/2026), cabang olahraga bola basket resmi menggelar babak semifinal yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai fakultas.
Pertandingan kali ini tidak hanya sekadar perebutan poin, tetapi juga pertaruhan gengsi demi memperebutkan tiket menuju partai puncak yang prestisius.
Dominasi Mutlak Srikandi FEB dan Kejutan Walk Out
Kategori basket putri menyajikan dua cerita yang sangat kontras. Di laga pertama, atmosfir pertandingan sempat mendingin setelah tim dari Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) dinyatakan walk out (WO) saat dijadwalkan bertemu dengan Fakultas Hukum (FH).
Ketidakhadiran tim FISS di lapangan membuat FH secara otomatis dinyatakan menang dengan skor regulasi 20–0. Meskipun tanpa peluh, hasil ini cukup untuk mengantarkan tim putri FH ke babak final.
Kondisi berbeda terjadi di laga semifinal kedua antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melawan Fakultas Teknik (FT).
Sejak tip-off dilakukan, tim FEB langsung menggebrak dengan pola permainan transisi yang sangat cepat.
Pertahanan zona yang diterapkan FT tampak rapuh menghadapi gempuran pemain-pemain FEB yang tampil sangat solid.
Dominasi FEB tak terbendung hingga laga berakhir dengan skor mencolok 55–5.
Kapten tim putri FEB, Fitria, menekankan bahwa kunci sukses mereka bukan sekadar taktik, melainkan kesiapan fisik dan komunikasi.
Hasil ini sekaligus membuka peluang FEB untuk mengulang kesuksesan besar mereka seperti pada edisi tahun 2021 silam.
Pertempuran Dramatis Putra: Lima Kuarter untuk Satu Tiket
Jika kategori putri diwarnai dominasi skor, kategori putra justru menyajikan ketegangan yang membuat penonton di GOR Tri Lomba Juang menahan napas.
Duel antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melawan Fakultas Teknik (FT) menjadi laga paling emosional hari itu.
Kedua tim tampil agresif dan saling mengejar angka dengan margin yang sangat tipis sepanjang pertandingan.
Intensitas tinggi membuat perolehan skor terhenti di angka imbang pada waktu normal, memaksa pertandingan berlanjut hingga lima kuarter. Fisik dan konsentrasi pemain benar-benar diuji dalam babak tambahan ini.
FT akhirnya berhasil memenangkan pertarungan mental tersebut dengan skor tipis 24–23. Kemenangan satu poin ini disambut gemuruh oleh pendukung FT, sekaligus mengubur impian FEB untuk mengawinkan gelar juara putra dan putri di partai final esok hari.
Strategi Kepercayaan dan Lolosnya FISIP ke Partai Puncak
Laga semifinal putra lainnya mempertemukan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melawan Fakultas Hukum (FH).
Meskipun FH harus menghadapi kendala internal terkait konsistensi kehadiran pemain saat sesi latihan pasca-libur tahun baru, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang kompetitif di bawah komando kapten mereka, Agol. FH sempat memberikan tekanan balik melalui tembakan-tembakan jarak menengah yang akurat.
Namun, FISIP tampil lebih tenang dalam mengorganisasi serangan. Disiplin dalam menjaga area paint membuat para pemain FH kesulitan melakukan penetrasi. FISIP berhasil menjaga margin keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dengan skor akhir 31–27.
Kapten tim FH mengakui bahwa meskipun gagal ke final, rasa saling percaya antar-pemain adalah pencapaian terbesar timnya musim ini.
Dengan hasil ini, FISIP resmi menantang Fakultas Teknik di laga final putra yang diprediksi akan berlangsung sangat taktikal.
Menanti Juara Baru di Partai Final Esok Hari
Dengan selesainya seluruh rangkaian laga semifinal, peta persaingan final POM Unpas ke-65 kini sudah terlihat jelas.
Hari Sabtu (10/1/2026) akan menjadi puncak dari segala kerja keras yang telah dilakukan para atlet mahasiswa selama pekan olahraga ini berlangsung.
GOR Tri Lomba Juang diprediksi akan kembali penuh sesak oleh suporter dari empat fakultas yang bertanding.
Di kategori putri, kekuatan fisik FEB akan diuji oleh taktik FH yang lebih segar. Sementara di kategori putra, duel FISIP melawan FT akan menjadi ajang pembuktian siapa yang memiliki ketahanan fisik lebih baik setelah laga semifinal yang menguras tenaga.
Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi sarana prestasi olahraga, tetapi juga mempererat solidaritas antar-mahasiswa Universitas Pasundan melalui semangat fair play. (Job)












