TUNIS, WWW.PASJABAR.COM – Dunia sepak bola internasional dikejutkan dengan kabar ketertarikan Federasi Sepak Bola Tunisia terhadap sosok Patrick Kluivert. Mantan striker legendaris AC Milan dan FC Barcelona ini dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menakhodai tim berjuluk Elang Kartago atau Timnas Tunisia di ajang Piala Dunia 2026, meskipun ia baru saja mengalami kegagalan pahit bersama Timnas Indonesia.
Kabar yang dilansir media ternama Belanda, De Telegraaf, menyebutkan bahwa komunikasi antara pihak Tunisia dan perwakilan Kluivert telah terjalin.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Tunisia untuk mencari nahkoda baru setelah memecat Sami Trabelsi.
Kegagalan di Indonesia dan Peluang Penebusan di Timnas Tunisia
Patrick Kluivert datang ke Indonesia pada tahun 2025 dengan ekspektasi setinggi langit untuk membawa Thom Haye dkk mencicipi panggung Piala Dunia. Namun, realita di lapangan berkata lain.
Kekalahan menyakitkan dari Arab Saudi dan Irak membuat mimpi Skuad Garuda terkubur lebih awal.
Penurunan performa tim di bawah asuhannya sempat membuat kredibilitas pelatih asal Belanda ini dipertanyakan.
Namun, Tunisia tampaknya melihat sisi lain dari sang legenda. Meskipun gagal di Indonesia dan sebelumnya di Curacao, pengalaman internasional Kluivert sebagai pemain dan visinya dianggap cocok untuk menangani tim yang sudah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Jika kesepakatan terjadi, Kluivert akan mendapatkan kesempatan langka: tampil di Piala Dunia hanya beberapa bulan setelah gagal membawa negara lain ke ajang yang sama.
Gantikan Sami Trabelsi Pasca Timnas Tunisia Gagal di Piala Afrika
Pencarian pelatih baru oleh Tunisia merupakan buntut dari kegagalan tragis di Piala Afrika (AFCON) tahun ini.
Sami Trabelsi, pelatih yang sebenarnya berjasa meloloskan Tunisia ke Piala Dunia 2026, harus merelakan jabatannya setelah disingkirkan oleh Mali di ajang kontinental tersebut.
Asosiasi Sepak Bola Tunisia kini berpacu dengan waktu. Dengan Piala Dunia yang akan digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat semakin dekat, mereka membutuhkan sosok yang memiliki wibawa internasional.
Kluivert masuk dalam shortlist utama karena dianggap mampu menangani tekanan di panggung besar.
Menariknya, De Telegraaf menyoroti potensi pertemuan emosional antara Kluivert melawan negaranya sendiri, Belanda, di fase grup nanti.
Tantangan Staf Kepelatihan yang Terpecah
Salah satu ganjalan besar bagi Kluivert dalam menerima tawaran ini adalah kelengkapan staf kepelatihannya.
Beberapa nama kepercayaan yang mendampinginya selama di Indonesia dikabarkan sudah kembali bertugas di klub masing-masing atau memiliki komitmen lain.
Tunisia sendiri membutuhkan stabilitas instan. Membangun ulang chemistry ruang ganti dalam waktu singkat sebelum kick-off Piala Dunia adalah tugas yang maha berat.
Namun, bagi Kluivert, ini adalah “jalur penyelamatan” karir kepelatihannya yang sedang berada di titik nadir.
Analisis Karir Kepelatihan Patrick Kluivert
| Periode | Tim / Negara | Hasil / Pencapaian |
| 2025-2026 | Timnas Indonesia | Gagal Kualifikasi Piala Dunia 2026 |
| Sebelumnya | Curacao | Hasil Kurang Memuaskan |
| Mendatang (Radar) | Tunisia | Proyeksi Putaran Final Piala Dunia 2026 |
| Status Saat Ini | Free Agent | Tahap Komunikasi dengan Tunisia |












