LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Kemenangan telak 5–1 atas Charlton Athletic di Piala FA memang memberikan awal yang manis bagi Liam Rosenior di kursi kepelatihan Chelsea. Namun, bulan madu Rosenior dipastikan berakhir lebih cepat.
Pasalnya, pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, ia harus memimpin pasukannya menghadapi Arsenal pada leg pertama semifinal Carabao Cup dengan beban sejarah yang sangat berat.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke final, melainkan panggung pembuktian bagi Rosenior yang kedatangannya dari Strasbourg sempat diragukan oleh publik London Barat.
Rekor Buruk yang Menghantui Stamford Bridge
Statistik menunjukkan bahwa Arsenal telah menjadi momok menakutkan bagi The Blues selama hampir setengah dekade. Berikut adalah fakta kelam yang harus dihadapi Chelsea:
-
Krisis Kemenangan Domestik: Chelsea gagal menang dalam delapan pertemuan domestik terakhir melawan Arsenal (5 kalah, 3 seri).
-
Puasa Kemenangan Kandang: Di Stamford Bridge, Chelsea tidak pernah menang atas Arsenal dalam tujuh laga terakhir sejak Agustus 2018.
-
Penantian Panjang: Kemenangan terakhir Chelsea atas Meriam London terjadi hampir lima tahun silam, tepatnya Agustus 2021.
Rekor ini menjadi tantangan psikologis yang harus dipecahkan oleh Rosenior. Jika ia mampu membawa Chelsea menang malam ini, ia tidak hanya mengamankan modal untuk leg kedua, tetapi juga langsung memenangkan hati para supporter yang skeptis terhadap kemampuannya.
Taktik Rosenior: Analisis Mendalam terhadap “Set-Play” Arsenal
Menyadari status timnya sebagai underdog secara statistik, Rosenior mengaku telah mempersiapkan strategi khusus sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di Cobham.
Fokus utamanya adalah meredam efisiensi bola mati (set-play) Arsenal yang menjadi senjata mematikan di bawah asuhan Mikel Arteta.
“Kami sudah melatih secara taktik untuk laga Arsenal sejak awal saya datang. Kami menganalisis setiap aspek pertandingan mereka, termasuk set-play, yang mana mereka sangat mahir dalam hal itu,” tegas Rosenior.
Eks pelatih Strasbourg ini tampaknya ingin mengubah Chelsea menjadi tim yang lebih pragmatis dan disiplin secara organisasi pertahanan, namun tetap tajam dalam transisi—sebuah elemen yang sempat hilang di akhir era Enzo Maresca.
Laga Pembuktian Kualitas Manajerial
Banyak pihak menilai penunjukan Rosenior adalah sebuah perjudian besar dari manajemen Chelsea.
Namun, menghadapi tim sekelas Arsenal yang sedang dalam performa puncak adalah kesempatan emas bagi Rosenior untuk menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas taktis untuk bersaing di level elit Liga Inggris.
Pertemuan ini diprediksi akan menjadi duel catur antara kestabilan sistem Arteta melawan antusiasme dan ide-ide baru yang dibawa Rosenior.
Statistik Head-to-Head: Chelsea vs Arsenal (Domestik)
| Kategori | Catatan Chelsea | Keterangan |
| 8 Laga Terakhir | 0 Menang, 3 Seri, 5 Kalah | Dominasi total Arsenal |
| Kemenangan Kandang Terakhir | Agustus 2018 (Skor 3-2) | Sudah berjalan 7 tahun |
| Kemenangan Terakhir (All) | Agustus 2021 (Skor 2-0) | Era Thomas Tuchel |
| Performa Terkini | Menang 5-1 vs Charlton | Debut Liam Rosenior |












