TURIN, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah euforia kemenangan telak 5-0 Juventus atas Cremonese, perhatian pelatih Luciano Spalletti justru tertuju pada sensasi lain di Liga Italia: Cesc Fabregas. Pelatih legendaris Italia tersebut memberikan pujian yang tidak biasa kepada juru taktik Como 1907 itu, menyebutnya sebagai pelatih masa depan yang memiliki ketelitian luar biasa terhadap detail teknis.
Apa yang membuat Spalletti begitu terpesona bukan hanya posisi Como di papan atas, melainkan keberanian Fabregas melakukan perubahan fisik pada lapangan stadion demi menunjang filosofi taktiknya.
Rahasia Satu Meter: Eksploitasi Ruang di Giuseppe Sinigaglia
Salah satu poin yang disoroti Spalletti adalah keputusan Fabregas untuk memperlebar lapangan Stadion Giuseppe Sinigaglia sebanyak satu meter (50 cm di sisi kiri dan 50 cm di sisi kanan).
Meski terdengar sederhana, secara taktis perubahan ini memberikan dampak masif bagi sistem permainan Como.
Dengan lapangan yang lebih luas, para pemain sayap I Lariani memiliki ruang manuver yang lebih lebar untuk menarik bek lawan keluar dari posisinya.
Hal ini menciptakan celah di area half-space yang bisa dieksploitasi oleh gelandang kreatif Como.
“Saya membaca bahwa Fabregas memperlebar lapangan sejauh satu meter. Jika saya seorang pemain sepak bola, saya ingin sekali dilatih olehnya,” puji Spalletti.
Baginya, kemampuan memikirkan detail sekecil dimensi lapangan membuktikan bahwa Fabregas memiliki visi tingkat tinggi dalam memaksimalkan potensi skuadnya.
Dongeng Como 1907: Cesc Fabregas Bawa Promosi Menjadi Penantang Gelar
Transformasi Como 1907 di bawah kepemimpinan Fabregas memang fenomenal.
Klub milik konglomerat Indonesia, Hartono Bersaudara, ini tidak sekadar mampir di kasta tertinggi.
Setelah finis di urutan ke-10 pada musim debutnya (2024-2025), Como kini melesat menjadi penantang serius zona Eropa.
Hingga paruh musim 2025-2026, Como bertengger di posisi keenam dengan 34 poin dari 19 laga.
Konsistensi ini membuat banyak pihak, termasuk Spalletti, melihat Fabregas sebagai pelatih yang mampu membawa identitas permainan modern—berbasis penguasaan bola dan pemanfaatan ruang—ke dalam kultur sepak bola Italia yang cenderung defensif.
Karier Melesat Sang Legenda Arsenal
Perjalanan karier Fabregas di Como adalah contoh sukses transisi dari pemain menjadi pelatih.
Bergabung sebagai pemain pada 2022, pensiun pada 2023, dan memulai dari tim U-19, Fabregas kini telah menjelma menjadi otak di balik kesuksesan tim utama dengan kontrak hingga 2028.
Dukungan finansial yang sehat dari manajemen serta kebebasan taktis yang diberikan kepada Fabregas menciptakan ekosistem high-performance yang jarang ditemukan di klub promosi lainnya.
Pengakuan dari Spalletti, seorang pelatih juara yang membawa Napoli meraih Scudetto, menjadi stempel bahwa Fabregas kini telah sejajar dengan para pelatih elit di Serie A.
Statistik Performa Como 1907 di Bawah Cesc Fabregas
| Aspek | Musim 2024-2025 | Musim 2025-2026 (Paruh Musim) |
| Posisi Klasemen | 10 (Akhir Musim) | 6 (Paruh Musim) |
| Koleksi Poin | Stabil di Papan Tengah | 34 Poin (19 Pertandingan) |
| Filosofi Bermain | Adaptasi Serie A | Dominasi Ruang & Penguasaan Bola |
| Status Stadion | Standar | Diperlebar 1 Meter untuk Wing-Play |












